Aktivitas Penambangan Emas Terpantau Kembali Beroperasi di Beberapa Titik
Kabaraktual.online – Aktivitas penambangan emas yang sempat menjadi viral di Kecamatan Cerenti, Kabupaten Kuansing, Provinsi Riau beberapa waktu lalu kini kembali terlihat berjalan, sebagaimana yang telah dipantau oleh pihak media pada hari Minggu, tanggal 22 Februari 2026.
Titik-titik aktivitas tersebut ditemukan di tiga desa, yaitu Desa Pulau Jambu, Desa Pulau Bayur, dan Desa Sikakak. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan penambangan yang sempat menjadi sorotan publik tidak benar-benar berhenti, melainkan kembali berlanjut di wilayah-wilayah tersebut.
Rakit Dompeng Diduga Beroperasi dengan Pola Waktu Tertentu
Selanjutnya, berdasarkan keterangan yang disampaikan oleh sumber yang menggunakan nama samaran Inal, rakit-rakit dompeng yang digunakan dalam aktivitas penambangan diduga lebih banyak beroperasi pada malam hari, meskipun sebagian juga terlihat bergerak pada siang hari.
Khususnya di Desa Pulau Jambu, terdapat juga aktivitas penambangan yang dilakukan di darat, tepatnya di dekat Kampung Lama yang dulunya merupakan area persawahan, dan di sana tercatat terdapat lebih kurang 40 rakit yang berada di lokasi tersebut.
Selain itu, Inal juga menambahkan bahwa wilayah operasi rakit penambangan juga mencakup area Batang Kuantan yang meliputi Pulau Bayur, Pulau Jambu, Sikakak, hingga ke wilayah Kecamatan Inuman.
Pola operasi yang dilakukan oleh para penambang juga terlihat memiliki pola tertentu, di mana jika rakit-rakIt tersebut diparkir pada siang hari, maka aktivitas penambangan akan dilakukan pada malam hari, dan begitu juga sebaliknya jika rakit diparkir pada malam hari, maka aktivitas dilakukan pada siang hari.
Harapan Masyarakat Agar Pihak Berwenang Menindak Tegas Aktivitas Penambangan
Di samping itu, masyarakat memiliki harapan yang besar kepada pihak Polsek Cerenti dan Bapak Kapolres Kuantan Singingi agar dapat segera menindak tegas aktivitas penambangan emas liar (peti) yang berada di wilayah Cerenti dan Inuman.

Hal ini dikarenakan aktivitas tersebut sudah sangat meresahkan masyarakat, baik dari segi kebisingan yang ditimbulkan maupun dampak negatif yang diberikan terhadap lingkungan sekitar.
Selain itu, area persawahan lama di Desa Pulau Jambu yang tepatnya berada di seberang Pulau Bayur juga diharapkan dapat segera ditindak, karena area tersebut kini sudah berubah menjadi gurun tandus akibat aktivitas penambangan yang dilakukan selama ini.
Editor : Redaksi











