Peranap/Inhu, Kabaraktual.online – Pada pos Pemeliharaan Sarana dan Prasarana tahun 2024, anggaran sebesar Rp497.671.150 telah dikeluarkan oleh pihak sekolah, sedangkan pada tahun 2025 tahap I, pembayaran honor senilai Rp171.900.000 telah dicatat.
Selanjutnya, angka-angka tersebut dinilai tidak proporsional jika dibandingkan dengan kebutuhan riil dan pola penggunaan pada tahun-tahun sebelumnya.
Pertama, besarnya alokasi dana menjadi perhatian; kedua, aspek transparansi juga menjadi titik kritik. Papan rekapitulasi realisasi penggunaan dana BOS yang seharusnya ditampilkan secara terbuka telah dibiarkan kosong oleh pihak sekolah, padahal keterbukaan informasi telah diatur dalam peraturan terkait.
Fluktuasi Honor dan Panggilan Audit Dinyatakan
Nilai honor pada tahun 2025 telah diklaim meningkat hingga tiga kali lipat dibanding tahun sebelumnya, sehingga tanda tanya telah muncul di kalangan publik. Kemudian, Ketua Lembaga Aliansi Indonesia (LAI) Kabupaten Indragiri Hulu, Rudi Walker Purba, telah mengungkapkan temuan tersebut kepada awak media pada Selasa (16/12/2025).
Selain itu, ia juga telah meminta agar instansi terkait seperti Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Inspektorat, dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) segera melakukan audit dan pemeriksaan ulang. Sebagai langkah berikutnya, harapan telah disampaikan agar dugaan kejanggalan dapat ditelusuri guna menghindari prasangka negatif di masyarakat.
Kepala Sekolah Belum Dapat Dikonfirmasi
Hingga berita ini diterbitkan, Kepala SMAN 1 Peranap, Eka May Putra, belum berhasil dikontak oleh awak media; baik melalui kunjungan langsung maupun pesan singkat WhatsApp, tanggapan belum diterima.
Akibatnya, sikap tersebut telah disayangkan karena kepala sekolah merupakan penanggung jawab utama pengelolaan dana BOS. Selain itu, ketertutupan informasi telah dinilai berpotensi memperkuat dugaan tidak transparansinya tata kelola keuangan sekolah.

Berdasarkan data Dapodik, sekitar 850 siswa telah tercatat sebagai peserta didik di sekolah tersebut, sehingga total dana BOS yang diterima diperkirakan mencapai sekitar Rp 3 miliar per tahun. Akhirnya, upaya untuk mendapatkan klarifikasi dari pihak terkait akan terus dilakukan oleh media ini guna menghadirkan pemberitaan yang berimbang dan akurat.(Tim)
Editor : Redaksi











