Kebun Lado/Kuantan Singingi, KabarAktual.online – Berbagai jenis peralatan pendukung kegiatan Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) didapati disediakan secara terbuka oleh seorang oknum.
Aktivitas perdagangan tersebut dilakukan oleh seseorang berinisial Aci yang berdomisili di wilayah Desa Kebun Lado, Kecamatan Singingi, Kabupaten Kuantan Singingi, Riau.
Berdasarkan pantauan awak media pada Kamis, 16 April 2026, diketahui bahwa usaha ini sudah dijalankan dalam kurun waktu yang cukup lama namun diduga tidak mengantongi izin usaha yang sah.
Berbagai perlengkapan yang dijual meliputi mesin dompeng, pipa paralon, karpet, kayu, hingga drum yang kesemuanya merupakan sarana utama dalam operasional penambangan liar.
Keresahan Masyarakat dan Kerusakan Lingkungan
Akibat maraknya aktivitas ini, ketenangan hidup warga sekitar mulai terusik. Bahkan kerusakan lingkungan hidup dikhawatirkan akan semakin meluas jika sumber peralatan ini tidak segera diputus.
“Kalau mau memberantas aktifitas PETI, seharusnya tidak hanya yang ada di lokasi tambang yang ditindak, namun hingga ke sumber pengadaannya,” ungkap salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Lebih jauh dijelaskan bahwa kerusakan ekosistem sudah terjadi secara merata di berbagai titik. Oleh sebab itu, keprihatinan terhadap keseimbangan alam terus disuarakan agar tidak terjadi kerusakan yang lebih parah di masa mendatang.
Permintaan Tindakan Hukum yang Tegas
Sebagai upaya penegakan hukum, masyarakat berharap pihak kepolisian dapat turun tangan memberikan kepastian hukum.
Warga meminta agar Polsek Singingi maupun Kapolres Kuantan Singingi segera menindak tegas dan memproses pertanggungjawaban hukum terhadap oknum tersebut.
Di tempat terpisah, informasi lain juga menegaskan bahwa Aci dikenal sebagai sosok yang cukup berpengaruh atau disebut sebagai Big Boss di kalangan pelaku PETI. Di tokonya, hampir seluruh kebutuhan alat tambang tersedia lengkap.

Bahkan, ada kecurigaan adanya upaya penyembunyian barang dagangan. Dilaporkan bahwa toko sering ditutup atau digulung secara tiba-tiba setiap kali ada orang yang dianggap mencurigakan melintas di sekitar lokasi rumah dan usahanya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pemilik usaha yang dimaksud belum dapat dikonfirmasi kebenarannya terkait dugaan pelanggaran yang menjeratnya.
Editor : Redaksi











