Transformasi pendidikan ini menjadi kelanjutan dari arahan Wakapolri sebelumnya yang menekankan pentingnya kesiapan 418 lulusan Sespim menjadi garda terdepan menghadapi tantangan era digital dan perubahan zaman.
Kabaraktual.online | Semarang – Komitmen kuat untuk mempercepat transformasi pendidikan sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia yang unggul, profesional, adaptif, dan berintegritas tinggi telah ditegaskan oleh Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., usai menghadiri serangkaian agenda strategis di lingkungan Akademi Kepolisian, Semarang, pada hari Senin, 6 Juli 2026.
Kegiatan yang dihadiri meliputi Analisis dan Evaluasi Pendidikan serta Pelatihan Semester I Tahun 2026, peresmian Kelas Tematik Akademi Kepolisian, hingga peresmian Laboratorium Sosial Sains Kepolisian yang menjadi tonggak pembaruan sistem pendidikan kepolisian di masa mendatang.
Desain Ulang Kurikulum Sesuai Amanat Aturan Baru
Selanjutnya dijelaskan bahwa hasil evaluasi semester pertama ini dijadikan landasan utama untuk menyusun rancangan sistem pendidikan baru yang akan mulai diterapkan secara menyeluruh pada awal tahun 2027.
Seluruh materi pembelajaran kini sedang disusun ulang agar selaras dengan amanat Undang‑Undang Nomor 5 Tahun 2026 serta berbagai rekomendasi reformasi kepolisian.
Dimana pendidikan ke depan wajib berlandaskan pada penghormatan hak asasi manusia, penguatan kompetensi dan profesionalisme, serta kemampuan menjawab tantangan perkembangan zaman yang semakin dinamis.
Pembaruan ini nantinya akan diberlakukan secara merata di seluruh jenjang pendidikan, mulai dari pendidikan pembentukan Bintara, Brimob, Polair, Intelijen, hingga pendidikan pengembangan tingkat pertama, menengah, dan tinggi.
Inovasi Pembelajaran dan Pemanfaatan Teknologi
Sementara itu, Kelas Tematik yang telah diresmikan diharapkan dapat menjadi model pembelajaran yang menghadirkan gambaran nyata fungsi kepolisian, yang selanjutnya akan diperluas ke seluruh Polda dengan memasukkan karakteristik wilayah, kearifan lokal, serta pemanfaatan data besar sebagai sarana belajar.
Mengingat mayoritas taruna merupakan generasi muda yang tumbuh di era digital, proses pembelajaran disiapkan dengan pendekatan kecerdasan buatan, analisis berbasis data, serta kemampuan berpikir yang komprehensif dan holistik.
Di sisi lain, Laboratorium Sosial Sains Kepolisian yang turut diresmikan merupakan salah satu fasilitas pendidikan kepolisian modern di kawasan Asia, yang dirancang untuk mendukung riset serta pengambilan keputusan yang berbasis bukti dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah maupun hukum.
Perluasan Transformasi ke Pendidikan Kepemimpinan
Lebih jauh, pembaruan sistem pendidikan ini juga akan diperluas hingga ke jenjang pendidikan kepemimpinan di Sekolah Staf dan Pimpinan Polri, di mana pembangunan Laboratorium Kepemimpinan Digital sedang disiapkan guna membekali para pemimpin masa depan dengan kemampuan mengambil keputusan yang cepat, tepat, dan berbasis data.

Keseluruhan langkah ini pada akhirnya merupakan bukti nyata upaya Polri membangun sumber daya manusia yang tangguh, sekaligus menjawab harapan masyarakat serta menghadapi berbagai dinamika tantangan global, regional, maupun nasional yang terus berkembang.
Hal ini juga selaras dengan komitmen Polri untuk mempertahankan tingkat kepercayaan publik yang tinggi melalui peningkatan kualitas pelayanan dan profesionalisme personel secara berkelanjutan. (H.R)
Editor: Redaksi












