banner 728x250

Wakapolri Resmikan Dua Fasilitas Modernisasi Pendidikan Akpol

Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., resmikan Laboratorium Sosial Sains Kepolisian serta Kelas Tematik.
banner 468x60

Peresmian fasilitas ini merupakan wujud nyata dari rencana pembaruan kurikulum pendidikan Polri yang akan diberlakukan secara menyeluruh mulai tahun 2027 dengan pendekatan hak asasi manusia, teknologi digital, dan data.

Kabaraktual.online | Semarang – Langkah besar modernisasi pendidikan kepolisian telah ditandai dengan peresmian Laboratorium Sosial Sains Kepolisian serta Kelas Tematik yang dilaksanakan langsung oleh Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., di lingkungan Akademi Kepolisian, Semarang, pada hari Senin, 6 Juli 2026.

Kedua fasilitas canggih ini disiapkan sebagai bagian tak terpisahkan dari transformasi pendidikan Polri guna melahirkan perwira masa depan yang mampu mengambil keputusan secara ilmiah, berbasis data, serta tetap mengedepankan pendekatan yang humanis dalam menghadapi tantangan keamanan yang semakin kompleks.

Example 300x600

Menyiapkan Pemimpin Polri Berbasis Bukti

Dalam keterangannya usai peresmian, Wakapolri menjelaskan bahwa taruna Akademi Kepolisian harus dibekali kemampuan mengambil keputusan yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah maupun hukum, sehingga pengembangan pembelajaran kini memanfaatkan teknologi data besar, kecerdasan buatan, serta analisis yang menyeluruh.

Laboratorium Sosial Sains Kepolisian sendiri dirancang sebagai ruang pembelajaran simulasi berbagai persoalan nyata di masyarakat, di mana taruna dilatih memahami dinamika sosial, memetakan potensi gangguan keamanan, serta menyusun solusi yang tepat sasaran melalui pendekatan kepolisian berbasis bukti.

Sebagai pendukung praktik, Polda Jawa Tengah juga telah ditetapkan sebagai Laboratorium Pengajaran bagi taruna guna memperoleh pengalaman langsung sebelum bertugas di lapangan.

Kelas Tematik dan Perbandingan Internasional

Di sisi lain, Kelas Tematik yang dikembangkan sebagai ruang belajar interaktif berbasis studi kasus kini telah tersedia untuk enam fungsi utama kepolisian, yakni Sumber Daya Manusia, Kedokteran Kepolisian, Brimob, Reserse Kriminal, Identifikasi, serta Laboratorium Forensik, dengan target akan dilengkapi hingga seluruh fungsi teknis tercakup.

Wakapolri menjelaskan bahwa taruna Akademi Kepolisian harus dibekali kemampuan mengambil keputusan yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah maupun hukum.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa konsep laboratorium ini disusun melalui studi banding ke lembaga pendidikan kepolisian di sejumlah negara maju, sehingga kini Indonesia resmi menjadi negara kelima di kawasan Asia yang memiliki fasilitas serupa.

Pembangunan kedua fasilitas ini pun tidak terlepas dari dukungan dana hibah Bank Himbara serta sumbangsih para alumni Polri, yang diapresiasi sebagai investasi berharga bagi kualitas sumber daya manusia kepolisian. (H.R)

Editor: Redaksi

banner 120x600