Portal Berita Terupdate Aktual & Faktual

Dana PIP di MA Miftahul Jannah Dipotong Guru, Bukan untuk Biaya Personal

Ketua Tim Kerja PIP Puslapdik Kemendikdasmen Sofiana Nurjanah pada Webinar "Bagaimana Kita Dapat Membantu Mencegah Pemotongan Dana PIP" pada 11 Maret 2025

Inhu/Riau, Kabaraktual.onlineProgram Indonesia Pintar (PIP) yang merupakan bantuan uang tunai dari pemerintah untuk biaya personal siswa miskin atau rentan miskin ternyata tidak sesuai dengan pelaksanaannya di Madrasah Aliyah Miftahul Jannah Kecamatan Peranap Kabupaten Indragiri Hulu.

Sebelumnya, Ketua Tim Kerja PIP Puslapdik Kemendikdasmen Sofiana Nurjanah pada Webinar “Bagaimana Kita Dapat Membantu Mencegah Pemotongan Dana PIP” pada 11 Maret 2025 telah menegaskan bahwa PIP diperuntukkan untuk pembelian baju seragam, sepatu, tas, alat tulis, transportasi, dan sebagainya, bukan untuk membayar Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) atau biaya operasional sekolah. SPP sendiri sudah ditanggung negara melalui dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Namun, pada Selasa (16/12/2025), saat pencairan dana bantuan PIP, siswa menyatakan bahwa uang tersebut langsung dipotong oleh guru yang mengenakan baju hijau. Sebelumnya, salah satu guru buat aja nama samaran Pak Tar telah memberi tahu bahwa ada 40 siswa yang menerima PIP dengan nominal 1,8 juta delapan ratus rupiah per siswa.

“Uang tersebut akan digunakan untuk perpisahan kelas 12 dan pembayaran SPP, atau dibagi untuk murid yang tidak mendapatkan PIP,” ujar Pak Tar dalam rekaman berdurasi 22.49 menit, sekaligus meminta siswa jangan menyebarkan informasi ini di media sosial karena ada UU ITE dapat menjerat kalian dan membawa KTP orang tua saat pencairan.

Pada Kamis (18/12/2025), Waka Kurikulum sekolah mengakui adanya pemotongan dana PIP sebanyak 130 ribu rupiah per siswa—100 ribu untuk uang ujian dan 30 ribu untuk tabungan. Ia juga menyatakan bahwa sebelumnya dana PIP juga digunakan untuk membayar SPP dan dibagikan kepada siswa yang tidak mendapat bantuan dengan orang tua yang kesulitan.

Siswa dengan nama samaran Bib mengungkapkan keberatan atas kondisi tersebut. “Kita sudah bayar uang sekolah karena sekolah swasta, tapi dana PIP justru diserahkan kepada guru semua. Apakah data Dapodik kita hanya untuk formalitas sebagai orang miskin? padal tingkat miskin kita kan gak sama” ujarnya pada Jumat (19/12/2025).

Pada Selasa (16/12/2025), saat pencairan dana PIP, siswa menyatakan bahwa uang tersebut langsung dipotong oleh guru yang mengenakan baju hijau dan semua uang PIP di berikan satu guru di luar dan satu didalam Bank, ada apa ?

Sampai berita ini diterbitkan, belum ada hasil konfirmasi dari Kepala Sekolah Pak Zulman meskipun sudah terlihat WhatsApp centang dua dan belum dibalas. Tim media akan melakukan konfirmasi lebih lanjut. (Bersambung : RWP)

Editor: Redaksi