Inhu/Riau, Kabaraktual.online – Jenis Bahan Bakar Minyak (BBM) yang disubsidi oleh pemerintah menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tentunya dengan harganya lebih terjangkau bertujuan untuk membantu masyarakat golongan tertentu dan mengurangi beban ekonomi konsumen/masyarakat setempat maupun yang melintas, karena tidak asing lagi Jumlah minyak bersubsidi terbatas sesuai kuota yang ditetapkan pemerintah dan hanya berlaku untuk konsumen yang memenuhi syarat.
Seperti diketahui selain QR Code atau barcode, syarat utama untuk membeli BBM bersubsidi adalah registrasi dan verifikasi melalui aplikasi MyPertamina atau website Subsidi Tepat dengan dokumen seperti KTP, STNK, dan foto kendaraan. Untuk kendaraan komersial, diperlukan dokumen tambahan seperti Surat Keterangan Uji (SKU) atau KIR dan surat rekomendasi dari instansi terkait.
Namun lain halnya dengan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) No : 14_293_6131 diduga tidak berlaku baginya aturan atau lemahnya pengawasan dari pihak Pertamina, Pasalnya kerapkali Mobil Colt Desiel warna hijau dan memiliki ciri khas tertutup terpal dengan Tanki sudah di modifikasi kerap sengaja mengisi BBM Jenis Biosolar di Bongkal Malang Kecamatan Kelayang Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) untuk dikirim lagi ke Pekanbaru.
“Mobil Colt Desiel itu memang sudah dimodifikasi Tankinya bahkan double, emang sengaja mengisi BBM jenis Solar di Bongkal Malang dan ini sudah merupakan sindikat pemain lama,” kata Masyarkat sekitar yang enggan di sebut namanya, Senin, 01/09/2025.
kita disini sebagai masyarakat tentunya merasa geram, setiap kali kami mengisi BBM sekira PKL.10.00 Wib sudah habis, terkadang baru jam sembilan pagi pun sudah habis. Kemana kami harus mencari? sementara SPBU yang lain jauh dari Bongkal Malang.
Siang hari kami bekerja, dan apabila malam kami sudah mengantri untuk mengisi BBM yang akan datang, namun sering sekali harapan kami pupus, minyak tidak dapat badan terbuang, ungkap Masyarakat setempat.
Lalu ditambal oleh temanya, mobil langsir mereka itu banyak ada 12 unit dan jika malam tiba di SPBU sudah di penuhi oleh mobil diduga mafia BBM tersebut dengan memiliki ciri bertepal dan menurut informasi setelah nanti dianggap cukup baru di bawa oleh mobil Box roda 6 ke Pekanbaru dan setiap hari itu berangkat karena mereka mempunyai 5 unit mobil box roda 6.
Jadi kami ada berempat Ni Pak, meminta dan berharap kepada Bapak Kapolda Riau, Dr. Herry Heryawan, S.I.K., M.H., M.Hum agar memperhatikan kami di Bongkal Malang dan jika perlu tangkap mafia BBM diduga K.C. Arahap karena sudah sangat meresahkan disini dan bagi pengguna Biosolar khususnya.

Saat dikonfirmasi terkait pihak SPBU Bongkal Malang, Pengawas dan Karyawan semua tidak memberi jawaban hanya diam, tidak berkata apa – apa begitu juga diduga mafia BBM K.C. Harahap di nomor 0853-99XX-XX85 belum mendapat jawaban hingga berita ini diterbitkan.
Editor : Wawan Syahputra.











