Portal Berita Terupdate Aktual & Faktual

Pengeboran Minyak Ilegal di Muba Dihanguskan Api, Kinerja Mentri ESDM di Sorot

Pasca sesudah kejadian kebakaran Sumur minyak Ilegal sejumlah kendaraan ikut menjadi besi tua

Kejadian Membahayakan Terjadi di Kawasan HGU PT Hindoli

Sumatera Selatan, KabarAktual.online – Sebuah peristiwa yang mengejutkan dan menimbulkan keresahan besar di tengah masyarakat baru saja terjadi di wilayah Sumatera Selatan, tepatnya di kawasan Hak Guna Usaha (HGU) PT Hindoli, Kecamatan Keluang, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba).

Lokasi yang menjadi pusat perhatian publik tersebut merupakan tempat beroperasinya aktivitas pengeboran minyak ilegal yang tiba-tiba dilalap si jago merah, dan insiden besar ini pun langsung dilaporkan secara luas melalui kanal berita KabarAktual.online.

Kronologis Kebakaran dan Kondisi Lapangan Diungkap

Peristiwa nahas ini bermula pada hari Selasa, tanggal 31 Maret 2026, ketika kobaran api yang sangat besar tiba-tiba menyambar lokasi pengeboran minyak ilegal tersebut.

Sebanyak 20 titik sumur minyak yang ada di lokasi berhasil dihancurkan dan di luluh lantakkan oleh api yang berkobar dengan sangat ganas, namun pemadaman tidak dapat dilakukan secara cepat karena api yang menyatu dengan bahan bakar minyak semakin membesar, ditambah lagi dengan hembusan angin yang cukup kencang pada saat kejadian berlangsung.

Tingginya lidah api yang menjulang ke angkasa menimbulkan kekhawatiran yang mendalam bagi warga sekitar agar api tidak merambat dan memakan korban lebih banyak lagi, hingga akhirnya api berhasil dipadamkan dan dinyatakan kondusif pada dini hari tanggal 1 April 2026.

Kerugian Material dan Dampak Lingkungan Dihitung

Selain sumur-sumur ilegal tersebut, kerugian yang ditimbulkan oleh bencana ini juga sangat besar karena puluhan hektar area perkebunan sawit di sekitar lokasi ikut hangus terbakar.

Tidak hanya lahan yang menjadi korban, bahkan beberapa unit kendaraan yang digunakan untuk mengangkut minyak curah pun turut dilalap api dan menjadi besi tua.

Akibat kejadian yang sangat merugikan ini, kemarahan dan kecaman keras dilontarkan oleh masyarakat serta berbagai organisasi kemasyarakatan kepada pihak berwenang, hingga kecaman Mentri ESDM di mana keteledoran dan kelambanan Aparat Penegak Hukum (APH) dianggap sebagai penyebab utama karena aktivitas ilegal tersebut diketahui sudah berjalan cukup lama tanpa tindakan tegas.

Aktivitas Ilegal Diketahui Berlangsung Secara Terbuka

Berdasarkan data yang telah dirangkum oleh tim redaksi pada hari Jumat, 03 April 2026, dari sumber yang dipercaya yaitu Sumsel Bersih, diungkapkan bahwa kejadian kebakaran ini bukanlah insiden yang terjadi begitu saja tanpa sebab.

Berdasarkan hasil temuan tim advokasi di lapangan sebelum peristiwa terjadi, aktivitas illegal drilling dan illegal refinery di kawasan tersebut ternyata sudah berlangsung secara terbuka dan masif.

Seluruh rangkaian kegiatan ilegal tersebut mulai dari proses pengeboran sumur, pengangkutan minyak mentah, proses pengolahan atau penyulingan, hingga pendistribusian keluar wilayah telah berjalan sistemik dalam waktu yang cukup lama.

Sorotan Publik dan Tuntas Tindak Tegas

Aktivitas di kawasan pengeboran minyak Ilegal sebelum kejadian kebakaran

Oleh karena itu, dalam pernyataan resmi yang dirilis oleh organisasi tersebut, ditegaskan bahwa kejadian ini harus menjadi tamparan keras bagi semua pihak. Pihaknya mendesak agar Aparat Penegak Hukum beserta pemerintah daerah dapat segera mengambil langkah-langkah yang tegas dan nyata.

Upaya pemberantasan terhadap maraknya aktivitas pengeboran dan pengolahan minyak ilegal harus dilakukan secara totalitas agar tidak menimbulkan kerugian yang lebih besar serta tidak mengulangi tragedi kebakaran yang membahayakan nyawa dan lingkungan di masa mendatang.

Editor : Redaksi

Facebook Notice for EU! You need to login to view and post FB Comments!