Inhu/Riau, Kabaraktual.online – Seorang anggota pengamanan PTPN IV Region III wilayah Kebun Benio, Damrianis, menjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah terduga pelaku pencurian sawit. Insiden ini terjadi pada siang hari dan telah dilaporkan ke pihak berwajib.
Damrianis, saat diwawancarai di Polsek Kelayang, menjelaskan kronologi kejadian.
“Pada hari Minggu, 2 November, sekitar pukul 13.00 WIB, saya menerima laporan dari mandor bahwa ada orang yang mencuri sawit. Saya segera menuju lokasi dan mendapati dua orang sedang memanen sawit secara ilegal. Kedua pelaku kemudian melarikan diri ke arah rumah saudara SR alias Anggul,” ujarnya.
Nahas, saat itulah Damrianis justru menjadi korban pengeroyokan. “Saya dikeroyok oleh tiga pelaku, yaitu SR alias Anggul, NN, dan RR. Akibat pengeroyokan itu, saya mengalami luka serius dan lebam di kepala, dada bagian belakang, punggung, serta bahu yang bergeser dan luka lebam pada wajah,” lanjutnya.
Korban berharap agar pihak kepolisian segera menangkap para pelaku dan memberikan keadilan. “Atas kejadian ini, saya melapor ke Polsek Kelayang untuk mencari kepastian hukum dan keadilan. Saya juga sudah melakukan visum. Saya berharap para pelaku segera ditangkap,” harap Damrianis.
Sementara itu, SR alias Anggul saat dikonfirmasi melalui telepon memilih untuk tidak memberikan komentar banyak. “Maaf, Bang, hari sudah magrib. Persoalan ini saya serahkan kepada pengacara saya,” ucapnya singkat.

Kapolsek Kelayang, IPTU Rudi Saputra SH.MH., melalui Kanit Reskrim Aiptu Kristianto Sinaga membenarkan adanya kejadian tersebut. “Benar, kejadian tersebut sedang dalam penanganan dan pendalaman,” terang Kanit Reskrim.
Berdasarkan hasil interogasi terhadap korban dan keterangan dari pelaku, awak media menyimpulkan bahwa korban saat ini masih trauma untuk kembali bertugas. Mengingat PTPN IV adalah perusahaan yang merupakan perpanjangan tangan pemerintah, diharapkan kasus ini dapat diselesaikan sesuai dengan hukum yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia. (Tim)
Editor : Redaksi











