Kuansing/Riau, Kabaraktual.online – Pasca adanya Sidak Bupati Kuantan Singingi Suhardiman Amby terkait adanya beberapa Perusahaan nakal yang berani menerima Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit, ternyata masih banyak juga RAM berani membandel menerima buah dari hasil kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) atau dari hutan kawasan, Yakni RAM inisial AS. saat Tim menelusuri, pada Kamis, 23/05/2025.
Saat melakukan konfirmasi oleh Tim, salah seorang supir membenarkan bahasanya buah yang diangkut itu berasal dari hutan kawasan arah Toro Jaya dan diduga untuk mengelabuhi petugas, jadi buah sawit tersebut di bawa ke RAM AS.
“Ya, ini buah sawit dari TNTN, kita hanya menerima perintah dari yang punya RAM, angkut buah disana dengan mengabdi mengejar cuan ya, kita wajib pergi,” ucap supir yang enggan di publikasikan namanya.
Untuk lebih jelas katanya, coba hubungi aja penanggung – jawab RAM kalau kami ini hanyalah sebatas pekerja. Dan saat menghubungi Pemilik AS dan penanggung jawab RAM Tim hanya mendapat jawaban, naikkan aja ke berita, seolah merasa tidak ada beban.
“Naikkan aja di berita,” cetus si penanggung-jawab Ram.
Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Komunitas Masyarakat Peduli Sungai dan Lingkungan Perwakilan Provinsi Riau, Wawan Syahputra angkat bicara, terkait buah ilegal yang masuk ke RAM dan Perusahaan PEMDA Kabupaten Kuantan Singingi harus memberi sanksi, jika terbukti Pemda wajib memberi sanksi jika perlu cabut ijin RAM yang tidak bertanggung jawab tersebut.
Jika penangan tersebut serius di lakukan oleh Pemda terkait, terkhusus Dinas Perijinan itu mudah cara pembuktiannya, darimana buah itu mereka dapatkan, lihat draf atau tonase buah waktu dan tanggal, klarifikasi buah sawit dari mana aja sumbernya.
Temuan kita di lapangan bukan hanya RAM AS yang bermasalah, banyak RAM yang sudah di terbitkan ijinnya oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu yang berani menerima buah dari kawasan.
Semoga Pemda Kuantan Singingi lebih gigih lagi untuk mengevaluasi perijinan yang sudah di terbitkan, begitu juga Perusahaan yang berani menerima buah kawasan, harap Wawan.(Bob)











