Sijunjung/Sumbar, KabarAktual.online – Maraknya aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang berlangsung di sepanjang aliran Sungai Silokek, Nagari Silokek, Kecamatan Sijunjung, Kabupaten Sijunjung, Provinsi Sumatera Barat, telah menimbulkan rasa geram dan kekecewaan yang mendalam di kalangan masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi tersebut, di mana hal ini disampaikan secara langsung oleh warga kepada awak media pada hari Sabtu, tanggal 18 April 2026, mengingat sungai yang dulunya menjadi kebanggaan daerah tersebut kini kondisinya semakin memprihatinkan akibat dampak negatif yang ditimbulkan oleh kegiatan penambangan ilegal yang berjalan secara terus-menerus tanpa adanya pengawasan yang ketat dari pihak berwenang.
Sungai Wisata Andalan Kini Tercemar Parah
Aliran Sungai Silokek yang selama ini dikenal dan diakui sebagai salah satu tempat tujuan wisata andalan yang menjadi ikon pariwisata di wilayah Sijunjung, kini kondisinya sudah terlihat secara nyata mengalami pencemaran yang cukup parah yang disebabkan oleh berjalannya aktivitas pertambangan emas tanpa izin tersebut, sehingga pemandangan indah yang dulunya dapat dinikmati oleh wisatawan maupun masyarakat setempat kini perlahan menghilang dan digantikan dengan kondisi lingkungan yang kotor serta tidak layak untuk dimanfaatkan lagi.
Selain itu, kerusakan yang terjadi tidak hanya berdampak pada aspek keindahan alam semata, tetapi juga telah mengganggu keseimbangan ekosistem yang ada di dalam dan sekitar aliran sungai tersebut, yang tentunya akan menimbulkan berbagai masalah baru bagi kehidupan makhluk hidup yang bergantung pada keberadaan sungai tersebut sebagai sumber kehidupan. Oleh karena itu, kondisi yang semakin memburuk ini menjadi alasan utama mengapa masyarakat merasa sangat dirugikan dan mendesak agar permasalahan ini segera mendapatkan perhatian serius dari pihak yang memiliki kewenangan untuk menanganinya.
Warga Desak Aparat Lakukan Tindakan Dini dan Tegas
Menyikapi situasi yang semakin mengkhawatirkan tersebut, seorang warga yang tidak bersedia disebutkan identitasnya secara tegas menyampaikan permohonan kepada jajaran Kepolisian Sektor Sijunjung beserta Bapak Kepala Kepolisian Resor Sijunjung agar berkenan untuk melakukan pengecekan langsung menuju lokasi aliran Sungai Silokek guna melihat sendiri kondisi yang sebenarnya terjadi di lapangan, sehingga pihak kepolisian dapat memahami secara mendalam betapa parahnya kerusakan yang telah ditimbulkan dan dapat segera mengambil langkah-langkah penanganan yang tepat sebelum masalah ini berkembang menjadi lebih besar dan sulit untuk dikendalikan kembali. Lebih lanjut, warga tersebut juga menekankan bahwa jika penanganan ini dilakukan secara terlambat, maka kerusakan lingkungan yang sudah terjadi saat ini dipastikan akan menjadi semakin parah dan sulit untuk diperbaiki kembali, sehingga tindakan pencegahan dan penindakan yang dilakukan sejak dini dianggap sebagai langkah yang paling tepat dan strategis untuk menyelamatkan kondisi lingkungan yang tersisa.
Selain meminta keterlibatan dari kepolisian di tingkat kabupaten, masyarakat juga menyampaikan harapan yang besar agar Bapak Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Barat turun tangan secara langsung untuk memberikan perhatian dan mengambil tindakan tegas terhadap keberlangsungan aktivitas pertambangan emas tanpa izin tersebut, mengingat kegiatan yang dilakukan oleh para pelaku dinilai hanya mementingkan keuntungan pribadi dalam waktu yang singkat tanpa mempedulikan dampak buruk yang ditimbulkan bagi kepentingan umum dan kelestarian alam yang seharusnya dijaga bersama-sama untuk generasi mendatang.

Dengan adanya permintaan yang disampaikan oleh masyarakat ini, diharapkan seluruh pihak yang berwenang dapat bersinergi dan bekerja sama secara maksimal untuk menghentikan aktivitas yang melanggar hukum tersebut, sehingga Sungai Silokek yang merupakan aset berharga bagi daerah Sijunjung dapat diselamatkan dan dikembalikan ke kondisi yang lebih baik seperti sedia kala.
Editor: Redaksi











