Kabaraktual.online | Sulawesi Utara – Guncangan gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,9 telah tercatat terjadi di wilayah perairan sebelah barat laut Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, pada hari Sabtu, 4 Juli 2026 tepat pukul 11.26.29 WIB, berdasarkan data yang disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Pusat peristiwa getaran tersebut selanjutnya dipastikan berada pada koordinat 5,57 derajat Lintang Utara dan 125,41 derajat Bujur Timur, atau berjarak sekitar 217 kilometer dari pusat kota Tahuna, dengan kedalaman hanya mencapai 10 kilometer di bawah permukaan dasar laut.
Karakteristik Kejadian Gempa
Dengan kedalaman yang relatif dangkal, getaran yang ditimbulkan sejauh ini belum dilaporkan dirasakan hingga ke pemukiman penduduk secara kuat, namun proses pengamatan dan pemantauan terus dilakukan mengingat jaraknya yang berada di tengah perairan luas.
Sebagaimana disampaikan dalam keterangan resminya, informasi yang disebarluaskan ini diprioritaskan agar segera diketahui masyarakat, sehingga hasil pengolahan data yang ada saat ini masih bersifat sementara dan kemungkinan akan diperbarui seiring kelengkapan analisis yang dilakukan oleh petugas teknis.
Belum Ada Laporan Kerusakan
Hingga berita ini disusun, belum ada laporan resmi yang diterima mengenai bangunan yang rusak maupun korban jiwa akibat peristiwa tersebut, serta belum ada indikasi yang mengarah pada potensi terjadinya gelombang pasang yang berbahaya.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, tidak terpancing isu yang belum dapat dipastikan kebenarannya, serta senantiasa mengikuti perkembangan informasi yang disampaikan melalui saluran resmi lembaga terkait.
Kejadian ini merupakan kelanjutan serangkaian aktivitas kegempaan yang sempat tercatat di wilayah perbatasan Sulawesi Utara dan perairan sekitarnya dalam beberapa waktu terakhir, di mana pada akhir bulan lalu juga tercatat guncangan berkekuatan lebih kecil di wilayah yang tidak berjauhan.
Wilayah tersebut memang diketahui terletak di pertemuan lempeng tektonik yang aktif bergerak, sehingga kemungkinan terjadinya getaran susulan atau peristiwa serupa selalu terbuka dan perlu menjadi perhatian warga sekitar. (Red)












