Portal Berita Terupdate Aktual & Faktual

Air PDAM Bumi Etam Tercemar Limbah Tambang Batu Bara

Kondisi kualitas air yang dialirkan melalui sistem Penyediaan Air Minum (PDAM) yang menjadi sumber kebutuhan pokok bagi masyarakat Desa Bumi Etam, Kecamatan Kaubun, Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur, kini dikeluhkan

Kutai Timur/Kalimantan Timur, KabarAktual.online – Kondisi kualitas air yang dialirkan melalui sistem Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang menjadi sumber kebutuhan pokok bagi masyarakat Desa Bumi Etam, Kecamatan Kaubun, Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur, kini dikeluhkan karena telah mengalami perubahan yang sangat mencolok, di mana air yang dulunya jernih dan layak digunakan sehari-hari kini berubah menjadi keruh dan tidak lagi memenuhi standar kesehatan, sehingga membuat warga setempat merasa khawatir dan tidak berani memanfaatkannya lagi, seperti yang disampaikan kepada awak media pada hari Minggu, tanggal 19 Mei 2026.

Sumber Air Berasal dari Kawasan Aktivitas Pertambangan

Perubahan kualitas air yang terjadi secara signifikan tersebut diduga kuat disebabkan oleh dampak limbah cair serta erosi tanah yang dihasilkan dari berjalannya aktivitas pertambangan batu bara milik beberapa perusahaan yang beroperasi di wilayah hulu sungai, sehingga bahan-bahan berbahaya dan partikel tanah yang terbawa air hujan maupun aliran sungai akhirnya terbawa hingga ke lokasi pengambilan air PDAM yang digunakan oleh warga.

Menurut penjelasan yang disampaikan oleh salah seorang warga bernama Paulus Jama, diketahui bahwa aliran air yang menjadi sumber pasokan PDAM Desa Bumi Etam ini berasal dari kawasan yang tidak jauh dari lokasi kegiatan pertambangan, tepatnya berasal dari aliran Sungai Senimbung yang melintasi wilayah operasional tiga perusahaan besar, yaitu PT Ganda Alam Makmur (GAM), PT Indexim Coalindo, hingga mencapai area operasional PT Telen yang berada di wilayah Desa Bukit Permata.

Lebih lanjut diungkapkan oleh Paulus, kondisi air yang saat ini terlihat sangat keruh dan berwarna kecokelatan ini sangat berbeda jauh dengan keadaan sebelumnya, di mana air sungai tersebut masih terlihat jernih dan dapat dimanfaatkan dengan aman untuk berbagai keperluan sehari-hari warga, seperti untuk mandi, mencuci, hingga keperluan memasak.

Sebagai bukti nyata atas keluhan yang disampaikannya, Paulus juga secara langsung menunjukkan kepada awak media mengenai kondisi air yang ada di sekitar instalasi pengolahan air PDAM, di mana terlihat dengan jelas bahwa air tersebut telah berubah warna menjadi kecokelatan dan keruh pekat, sehingga sangat wajar jika masyarakat merasa ragu dan tidak berani lagi menggunakannya karena dikhawatirkan akan menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan tubuh jika tetap dipakai.

Warga Desak Pemerintah dan Aparat Bertindak Cepat

Menyikapi kondisi yang semakin memprihatinkan dan berbahaya bagi kesehatan masyarakat tersebut, warga Desa Bumi Etam kini menyampaikan harapan yang besar agar adanya perhatian serius yang diberikan oleh pemerintah baik di tingkat pusat maupun daerah, termasuk seluruh instansi terkait dan aparat penegak hukum, untuk segera turun langsung ke lapangan guna melihat dan meninjau sendiri keadaan yang sebenarnya terjadi di lokasi sumber air dan sekitarnya.

Selain itu, masyarakat juga meminta agar dilakukan proses pemeriksaan yang mendalam dan menyeluruh untuk memastikan secara pasti penyebab utama dari terjadinya pencemaran air yang terjadi saat ini, serta dilakukan pengusutan terhadap pihak-pihak yang terbukti bertanggung jawab atas kerusakan lingkungan yang telah menimbulkan kerugian yang besar bagi kehidupan masyarakat.

Dengan tegas, Paulus juga menyampaikan permohonan atas nama seluruh warga Desa Bumi Etam agar pemerintah dan aparat yang berwenang tidak hanya berhenti pada proses pengecekan semata, tetapi juga segera mengambil tindakan tegas dan adil terhadap pihak yang terbukti melakukan pelanggaran yang menyebabkan kerusakan lingkungan dan gangguan terhadap ketersediaan sumber air bersih yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat luas.

Pemantauan air terus dilakukan oleh warga siang dan malam

Sampai dengan berita ini disusun dan disampaikan kepada publik, belum ada keterangan resmi yang diberikan oleh pihak-pihak perusahaan yang beroperasi di wilayah sekitar mengenai dugaan keterlibatan mereka dalam peristiwa pencemaran air yang menjadi sorotan masyarakat ini, sehingga masyarakat berharap agar pihak terkait segera memberikan klarifikasi dan turut serta dalam upaya penyelesaian masalah ini demi kepentingan bersama.

Penulis: Usupriyadi

Editor: Redaksi