banner 728x250

Irigasi Drainase Kuantan Hilir Mampet Akibat Tumpukan Sampah

Kondisi mampetnya irigasi Dranase di Kelurahan Pasar Kuantan Hilir, Kabupaten Kuantan Singingi, dinilai oleh warga sebagai masalah yang sangat mengganggu
banner 468x60

Kuantan Hilir/Kuansing, Kabaraktual.online – Kondisi mampetnya irigasi Dranase di Kelurahan Pasar Kuantan Hilir, Kabupaten Kuantan Singingi, dinilai oleh warga sebagai masalah yang sangat mengganggu.

Selain itu, kemiringan struktur Dranase juga diduga menjadi faktor penyebab tambahan. Pertama, area tersebut dikenal sebagai wilayah yang rawan genangan saat musim hujan tiba.

Example 300x600

Kemudian, tumpukan sampah yang terus berlanjut telah menciptakan kekhawatiran serius di kalangan masyarakat. Akhirnya, dampak dari masalah ini mulai dirasakan oleh warga di hilir aliran.

Dampak Negatif yang Ditimbulkan Sudah Meresahkan

Masalah penumpukan sampah di irigasi disampaikan sebagai hal yang menjengkelkan oleh warga bernama samaran Edi. Selanjutnya, aroma tidak sedap dari tumpukan sampah dinyatakan sebagai penyebab pencemaran udara di sekitar lingkungan.

Kemudian, kekhawatiran terhadap munculnya jentik nyamuk dinyatakan sebagai ancaman potensial bagi penyebaran penyakit demam berdarah, terutama di musim hujan. Selain itu, permasalahan ini dikatakan sudah terjadi berulang kali meskipun pembersihan pernah dilakukan.

Pihak Berwenang Diharapkan Berikan Solusi yang Efektif

Harapan terhadap pemerintah kelurahan Pasar Usang Kuantan Hilir, kecamatan Kuantan Hilir, dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dinyatakan oleh warga agar memberikan penyuluhan yang lebih aktif. Selanjutnya, larangan membuang sampah di aliran Dranase diusulkan sebagai langkah penting yang perlu ditegakkan.

Harapan Warga terhadap pemerintah kelurahan, kecamatan, dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dinyatakan oleh warga agar memberikan penyuluhan yang lebih aktif

Kemudian, pembuatan perda terkait pengelolaan sampah diajukan sebagai upaya untuk menjaga kebersihan bersama. Sementara itu, sosialisasi mengenai masalah ini dikatakan sudah pernah dilakukan oleh pihak kelurahan seperti yang disampaikan Lurah Eka. Akhirnya, ide melakukan gotong royong diajukan oleh warga lain sebagai salah satu alternatif solusi yang dapat dilakukan secara bersama-sama. (Supriadi)

Editor: Redaksi

banner 120x600