Jakarta, Kabaraktual.online – Upaya pencegahan tindak kekerasan kembali dilakukan oleh aparat keamanan. Tim Patra Kompi 4 Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Metro Jaya bersatu dengan Tim Perintis Presisi Polres Metro Jakarta Utara berhasil menggagalkan rencana tawuran di kawasan Jalan Beting Remaja RW 19, Kelurahan Tugu Utara, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, pada dini hari Sabtu, 13 Juni 2026.
Dalam kejadian tersebut, sebanyak tiga orang berhasil diamankan. Di antara mereka terdapat dua orang anak yang berhadapan dengan hukum (ABH), serta satu orang dewasa berinisial MY (20 tahun).
Pengamanan ini bermula dari pelaksanaan patroli rutin yang dijalankan guna mengantisipasi munculnya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat pada jam-jam rawan.
Menurut penuturan Dansat Brimob Polda Metro Jaya, Kombes Pol Henik Maryanto, keberadaan sekelompok pemuda yang bergerak mencurigakan langsung menarik perhatian petugas.
“Saat berpatroli, kami mendapati kelompok tersebut yang diduga sedang bersiap melakukan tawuran. Langkah cepat segera diambil untuk membubarkan kerumunan dan melakukan pengamanan agar keributan dapat dicegah sejak dini,” ungkapnya.
Dari lokasi kejadian, petugas juga menyita barang bukti berupa satu senjata tajam jenis celurit dan satu tongkat golf. Berdasarkan keterangan awal yang diperoleh, ketiga orang tersebut diduga telah berkumpul dengan maksud untuk berkonflik melawan kelompok lain yang berasal dari wilayah Malaka. Berkat kewaspadaan aparat, rencana tersebut gagal terlaksana sebelum menimbulkan korban atau kerusakan.
Kombes Henik menegaskan bahwa intensitas patroli pada malam hingga dini hari akan terus ditingkatkan. Hal ini dilakukan sebagai bentuk komitmen menjaga ketertiban dan mencegah berbagai tindakan kriminal, mulai dari tawuran hingga kejahatan jalanan.
“Setiap potensi gangguan akan kami tangani dengan cepat agar masyarakat dapat merasa aman dan nyaman beraktivitas,” tegasnya.

Saat ini, ketiga orang yang diamankan beserta barang bukti telah diserahkan ke Polsek Koja untuk menjalani proses hukum dan penyelidikan lebih mendalam.
Sebagai penutup, imbauan disampaikan kepada seluruh orang tua agar senantiasa mengawasi pergaulan dan aktivitas anaknya, mengingat peran keluarga menjadi benteng utama dalam mencegah keterlibatan generasi muda dalam tindakan kekerasan. (H.R)












