Kabaraktual.online | Jakarta – Bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia, Polri secara serentak menggerakkan gelombang bantuan kemanusiaan dari berbagai Polda jajaran untuk membantu masyarakat terdampak gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (17/8/2026).
Sebanyak 44 truk dan 1 mobil box dikerahkan membawa kebutuhan dasar lengkap, mulai dari pangan, sandang, perlengkapan pengungsian, hingga sarana pendukung operasi kemanusiaan.
📌Baca Juga :
🔗 Tegakkan Perda No. 15/2006, Bupati Lucky Hakim: Indramayu Bebas Miras, Semua Kadar Alkohol Disikat
Bantuan Lengkap, Mulai dari Pangan hingga Dapur Lapangan
Bantuan yang dikirim mencakup air mineral, makanan siap saji, susu, beras, mie instan, biskuit, popok, selimut, kasur, alas tidur, terpal, pakaian,
obat-obatan, perlengkapan kebersihan, serta sarana pendukung berupa genset, tenda, perangkat komunikasi, sarana air bersih, kendaraan dapur lapangan, dan water treatment.
Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko menyatakan pengiriman ini merupakan bagian dari operasi kemanusiaan berkelanjutan yang telah berjalan sejak gempa terjadi.
“Di Hari Kemerdekaan ini, Polri serentak bergerak dari berbagai wilayah untuk membantu saudara-saudara kita di Flores. Yang kita kirim bukan hanya logistik, tetapi juga sarana pendukung seperti dapur lapangan dan water treatment agar kebutuhan masyarakat di pengungsian bisa segera ditangani,” ujar Trunoyudo.
📌Baca Juga :
🔗 Terus Bergerak Cepat, Polri Kirim 10 K9 dan 3,4 Ton Bantuan Kemanusiaan ke NTT
Berbagai Polda Turun Tangan, Bantuan Didorong Dekat ke Lokasi
– Polda Bali — 5 truk: 1.015 dus air mineral, 318 dus mie instan, 100 dus biskuit, 5.500 selimut, 20 terpal, 6.333 dus popok, 250 kasur, susu, serta tisu.
– Polda NTB — 8 truk: Air mineral, susu, makanan siap saji dewasa dan balita, selimut, alas tidur, terpal, mie instan, roti, biskuit — posisi geografis yang dekat mempercepat penyaluran.
– Polda Jawa Tengah — 10 truk + 1 mobil box: 2.025 dus air mineral, 636 dus mie instan, 12.766 dus popok, 11.052 selimut, 6,8 ton beras, minyak goreng, pakaian anak-remaja, 1 ton abon, 3 genset, dan 600 sarung.
– Polda Metro Jaya — 12 truk: Diberangkatkan melalui jalur udara Halim Perdanakusuma, dipimpin langsung Kapolda Metro Jaya.
– Polda Jawa Timur — 9 truk + dukungan operasional: 2 dapur lapangan, 2 unit water treatment, 31 personel Brimob, tim psikologi dan trauma healing. Dikirim via jalur laut menggunakan KM Dharma Kencana V dari Tanjung Perak, dijadwalkan tiba sekitar 5 hari.
📌Baca Juga :
Didesentralisasi via Polres, Agar Bantuan Tidak Berhenti di Gudang
“Pergerakannya berbeda-beda sesuai moda transportasi, tetapi tujuannya sama. Bantuan kita dorong sedekat mungkin ke wilayah terdampak, kemudian dikoordinasikan dengan Polda NTT dan Polres-Polres setempat untuk segera disalurkan,” jelas Trunoyudo.
Pola distribusi didesentralisasi agar bantuan langsung diteruskan melalui Polres ke titik pengungsian. Saat ini tercatat sekitar 8.861–8.911 jiwa pengungsi tersebar di 22 titik di wilayah terdampak.
📌Baca Juga :
Wujud Kemerdekaan yang Sebenarnya: Gotong Royong Membantu Sesama
Pengiriman puluhan truk ini melengkapi perkuatan sebelumnya yang telah dikirimkan — mulai dari Brimob BKO, tim SAR, K9, DVI, Dokkes, hingga tim trauma healing.

Polri juga terus menggeser kebutuhan operasional seperti obat-obatan, tenda, Makanan Tambahan Polri, Watergen, Wi-Fi portable, Wontech, dan Starlink.
“Kemerdekaan bukan hanya tentang upacara dan perayaan. Hari ini jajaran Polri bergerak serentak untuk hadir dan membantu saudara-saudara kita yang sedang menghadapi bencana. Semangat gotong royong inilah yang menjadi wujud nyata kemerdekaan,” pungkas Trunoyudo. (H.R)
Editor: Redaksi
📌 Keterkaitan Peristiwa












