KABARAKTUAL.ONLINE | JAKARTA — Polri terus memperkuat dukungan terhadap program ketahanan pangan pemerintah dalam rangka pelaksanaan Astacita Presiden.
Melalui Satgas Ketahanan Pangan, seluruh jajaran didorong mengoptimalkan potensi daerah, meningkatkan produksi, memberdayakan masyarakat, serta membangun ekosistem pangan berkelanjutan.
📌 Baca Juga : 📎 Laga Indonesia vs Malaysia di SUGBK, Polri Terapkan Rekayasa Lalu Lintas Situasional & Siapkan Kantong Parkir
Muara Gembong: Contoh Nyata Pemberdayaan
Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko menyebut pengembangan kawasan pangan Muara Gembong oleh Polda Metro Jaya menjadi model yang patut ditiru.
“Muara Gembong menjadi contoh bagaimana potensi wilayah dikembangkan bersama masyarakat. Ketahanan pangan bukan sekadar soal tonase hasil panen, melainkan keterlibatan warga, keberlanjutan produksi, manfaat ekonomi, dan pemanfaatan untuk kebutuhan bersama,” ujarnya, Senin (28/9/2026).
📌 Baca Juga : 📎 Kombes Pol Firman Darmansyah Resmi Jabat Dirlantas Polda Metro Jaya, Gantikan Brigjen Komarudin
Kawasan yang semula memiliki 60 kolam kini berkembang menjadi 128 kolam. Pada panen raya 28 September 2026, dihasilkan sekitar 10 ton ikan dan udang — meliputi 5.000 kg ikan nila & mujair, 3.000 kg lele, 1.000 kg udang vaname, serta 1.000 kg udang pancet. Selain itu, diperoleh 4.000 butir telur ayam.
Usai panen, langsung dilakukan penebaran benih kembali guna menjaga keberlanjutan produksi.
17 Polda Kembangkan Bawang Putih
Selain perikanan, Satgas Ketahanan Pangan mendorong pengembangan komoditas pertanian. Per Minggu ke-5 per 24 September 2026, 17 Polda menyiapkan lahan bawang putih seluas 1.550,06 hektare. Sebanyak 215,07 hektare (13,87%) sudah tertanam, sementara 1.334,99 hektare (86,13%) masih dalam tahap persiapan.
Capaian penanaman tertinggi:
– ✅ Polda Bali & Polda Sulawesi Tengah: 100%
– ✅ Polda Jawa Barat: 36%
– ✅ Polda NTB: 22%
📌 Baca Juga : 📎 Brimob Polda Metro Jaya Evakuasi Korban Laka di Jalur Trans Jakarta, Sebilah Pisau Ditemukan
Percepatan terus didorong melalui ketersediaan bibit, kesiapan lahan, pengairan, dan kesesuaian masa tanam. Polri berkoordinasi dengan kelompok petani bibit di NTB dan Jawa Timur yang masing-masing mampu menyediakan sekitar 100 ton bibit dengan harga sekitar Rp50.000 per kg.

Bakomsus Pertanian Perkuat SDM di Lapangan
Polri juga membentuk Bakomsus dengan kompetensi di bidang pertanian, perikanan, peternakan, dan gizi untuk mendampingi masyarakat secara teknis.
“Yang direplikasi dari Muara Gembong bukan komoditasnya, melainkan prinsipnya: petakan potensi, libatkan warga, kuatkan produksi, siapkan SDM, jaga keberlanjutan, dan bangun jalur penyaluran hasil. Setiap daerah memilih komoditas sesuai keunggulannya,” tegas Trunoyudo.
Hasil produksi pangan ini nantinya juga akan menyokong kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bagian dari rantai pasok pangan nasional. (H.R)
Editor: Redaksi












