banner 728x250

Bongkar Lab Sabu 1,2 Ton di Aceh, Kapolri Perkuat Kerja sama Internasional Bersama Tiongkok

Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menegaskan komitmen Polri memperkuat kerja sama internasional dalam memberantas jaringan narkotika lintas negara. 
banner 468x60

📰 Kabaraktual.online | JAKARTA — Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menegaskan komitmen Polri memperkuat kerja sama internasional dalam memberantas jaringan narkotika lintas negara.

Hal itu disampaikan dalam pertemuan bilateral dengan delegasi Kementerian Keamanan Publik Republik Rakyat Tiongkok (MPS) di Markas Besar Polri, Jakarta, Rabu (28/10/2026).

Example 300x600

📌 Baca Juga : Viral Alat Berat Hitachi Keruk Emas di Sijunjung Tanpa Izin, 8 Titik Dompeng Juga Beroperasi

Pertemuan ini menjadi momentum penguatan kolaborasi kedua negara yang telah membuahkan hasil nyata, yaitu pengungkapan laboratorium gelap pembuatan sabu di Aceh dengan barang bukti mencapai 1,2 ton serta penangkapan 11 tersangka di Indonesia. Keberhasilan ini merupakan hasil sinergi Polri, BNN, Bea dan Cukai, serta dukungan Komisi Nasional Pengendalian Narkotika Tiongkok (NNCC).

📌 Baca Juga : PETI Marak di Sungai Kuantan, DAS Rusak — Warga Desak Polda Riau Usut Pemodal di Balik Layar

“Tentunya ini dalam rangka menjalin kerja sama yang sudah berjalan sehingga dapat mengungkap sebuah jaringan besar laboratorium gelap di Provinsi Aceh,” ujar Kapolri.

Pengembangan kasus masih terus berjalan, termasuk menelusuri keterkaitan dengan kasus kapal di Medan dan warga Malaysia yang diduga terkait kepemilikan kapal tersebut. Kapolri menegaskan pihaknya serius memberantas narkotika dan akan terus memperkuat kolaborasi dengan mitra internasional guna memutus rantai pendanaan dan dukungan operasional jaringan narkotika.

📌 Baca Juga : Belum Tersentuh Hukum, Penadah Emas Hasil PETI di Benai Beroperasi Terang-Terangan

Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal NNCC sekaligus Wakil Direktur Jenderal Biro Pengendalian Narkotika MPS Tiongkok, Lan Weihong, menjelaskan pengungkapan ini melibatkan kerja sama tiga negara — Indonesia, Tiongkok, dan Malaysia.

Otoritas Tiongkok menangkap tujuh orang terkait jaringan tersebut di wilayahnya. Sebelumnya, sejak September 2026, NNCC telah berbagi informasi intelijen dengan BNN Indonesia yang menjadi kunci keberhasilan operasi ini.

📌 Baca Juga : Kelangkaan BBM di Wilayah 3T Bengkalis Nelayan Terancam, Janji Solusi Belum Terwujud

“Kita menunjukkan kapasitas penyelidikan yang sangat profesional, operasi gabungan yang kompak, dan akhirnya bisa mengungkapkan kasus ini serta mencapai hasil yang luar biasa,” ujar Lan Weihong.

Wakil Sekretaris Jenderal NNCC sekaligus Wakil Direktur Jenderal Biro Pengendalian Narkotika MPS Tiongkok, Lan Weihong, menjelaskan pengungkapan ini melibatkan kerja sama tiga negara — Indonesia, Tiongkok, dan Malaysia.

Pertemuan ini menegaskan bahwa kejahatan narkotika yang bersifat lintas negara hanya dapat dihadapi secara efektif melalui koordinasi, pertukaran informasi, dan kerja sama penegakan hukum yang berkelanjutan antarnegara. (H.R)

Editor: Redaksi

banner 120x600