banner 728x250

Mantan Danjen Kopassus Soenarko: Gibran Dinilai Tak Punya Kapasitas dan Moralitas, “Jadi Ketua RT Saja Tidak Pantas”

Mantan Komandan Jenderal Kopassus, Mayjen TNI (Purn) Soenarko, melayangkan kritik tajam terhadap Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka
banner 468x60

📰 KABARAKTUAL.ONLINE | JAKARTA — Mantan Komandan Jenderal Kopassus, Mayjen TNI (Purn) Soenarko, melayangkan kritik tajam terhadap Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Pernyataan tersebut disampaikan di lingkungan Gedung Mahkamah Agung, Jakarta Pusat (kamis) dan berhasil di rangkum redaksi pada Senin, 19/10/2026.

Soenarko menilai Gibran tidak memiliki kapasitas maupun moralitas yang memadai untuk menduduki jabatan Wakil Presiden, bahkan untuk posisi yang lebih rendah sekalipun.

Example 300x600

📌 Baca Juga : 📎 Hasil Survei PPI: Kepuasan Publik Terhadap Kinerja Pemerintah dan Presiden Prabowo Tembus di Atas 65 Persen

“(Kapasitasnya) nol. Untuk jadi Ketua RW saja tidak cocok, Ketua RT juga tidak cocok. Boleh direkam ini, saya ngomong,” tegas Soenarko di hadapan awak media.

Persoalan Moralitas dan Akun “Fufufafa”

Selain kapasitas kepemimpinan, Soenarko juga menyoroti aspek moralitas. Ia menyinggung kontroversi akun Kaskus bernama “Fufufafa” yang selama ini dikaitkan dengan keluarga Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.

“Di samping tidak memenuhi persyaratan, ya dari moralitas. Lihat bukunya Roy Suryo tentang Fufufafa, enggak bermoral tuh kelakuannya. Dari lihat sikap, tingkah laku, dan tampilannya sebagai pemimpin, lihat selama dari kampanye sampai kini, pelanga-pelongo,” ujarnya.

📌 Baca Juga : 📎 Usai Dilantik, Kepala BNPB Langsung Turun ke Sumsel: Perkuat Penanganan Karhutla Sesuai Arahan Presiden Prabowo

Pertanyakan Surat Keterangan Penyetaraan Pendidikan

Soenarko juga mempersoalkan keabsahan Surat Keterangan (Suket) penyetaraan pendidikan yang dimiliki Gibran. Ia menduga adanya campur tangan pihak tertentu dalam penerbitan dokumen tersebut untuk melengkapi syarat pencalonan.

Perlu dicatat bahwa tudingan tersebut merupakan klaim pihak yang menyampaikan dan belum diverifikasi secara hukum.

“Habis ijazah dia tipu lagi sekarang. Dia enggak punya ijazah, merekayasa menekan KPU, menekan Dikdasmen melalui bapaknya sampai keluar Suket itu. Ini kan pembohong dan penipu,” sebut Soenarko.

📌 Baca Juga : 📎 Diskusi Edisi ke- 10 Ngobrol Pintar: Sorot Kegaduhan Ijazah Wapres, Desak DPR Gunakan Hak Angket

Kesimpulan: Indonesia Butuh Pemimpin yang Pintar dan Bermoral

Berdasarkan berbagai persoalan yang disampaikannya, Soenarko menegaskan pandangannya bahwa Gibran tidak layak menjabat sebagai Wakil Presiden.

“Jadi kalau ditanya kapasitasnya, nol saya bilang. Jadi Ketua RT saja menurut saya enggak pantas. Kita butuh pemimpin itu yang pintar, bermoral,” imbuhnya.

Diketahui, Soenarko merupakan salah satu pemohon dalam gugatan terkait persyaratan pendidikan Gibran di Mahkamah Konstitusi, yang terdaftar dengan nomor perkara 01/PHPU.PRES-XXIV/2026. Ia bergabung bersama lima purnawirawan lainnya dalam Forum Purnawirawan Prajurit TNI.

Catatan: Pernyataan di atas merupakan pandangan pihak pemohon dan belum tentu mencerminkan kebenaran yang telah terbukti secara hukum. Berita ini akan diperbarui apabila terdapat tanggapan atau klarifikasi dari pihak terkait. (GRA Terbanggi)

Editor: Redaski

Facebook Notice for EU! You need to login to view and post FB Comments!

banner 120x600