📰 KABARAKTUAL.ONLINE | JAKARTA — Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Wahyu Hadiningrat memimpin Upacara Purna Tugas Kontingen Garuda Bhayangkara Satgas Formed Police Unit (FPU) 7 Minusca sekaligus penganugerahan tanda kehormatan Satyalancana Bhakti Buana dan Tanda Kehormatan Veteran Perdamaian Republik Indonesia, di Jakarta, Senin (19/10/2026).
Sebanyak 140 personel Polri menerima penghargaan tersebut atas pengabdiannya menjalankan misi pemeliharaan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) selama satu tahun di Bangui, Republik Afrika Tengah.
📌 Baca Juga : 📎 Empat Rakit Dompeng PETI di Bawah Bendungan Pulau Luwe Beroperasi Lagi, Warga Desak Polsek Pangean Tindak Tegas
Polri dan Indonesia Bangga Atas Pengabdian Kalian
Dalam sambutannya, Wakapolri menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh personel yang telah menuntaskan misi dengan profesionalisme, kedisiplinan, dan rasa tanggung jawab yang tinggi.
“Polri bangga memiliki kalian, Indonesia bangga memiliki kalian. Terima kasih atas pengabdian dan dedikasi yang telah kalian persembahkan untuk bangsa, negara, dan kemanusiaan,” ujar Wakapolri.
📌 Baca Juga : 📎 Mantan Danjen Kopassus Soenarko: Gibran Dinilai Tak Punya Kapasitas dan Moralitas, “Jadi Ketua RT Saja Tidak Pantas”
Ia menegaskan purna tugas bukanlah akhir dari pengabdian. Pengalaman berharga selama bertugas di luar negeri diharapkan menjadi bekal untuk terus meningkatkan kualitas diri serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Indonesia.
Keikutsertaan Polri dalam misi perdamaian PBB juga merupakan wujud nyata komitmen Indonesia untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial, sebagaimana termuat dalam Pembukaan UUD 1945.
📌 Baca Juga : 📎 Hasil Survei PPI: Kepuasan Publik Terhadap Kinerja Pemerintah dan Presiden Prabowo Tembus di Atas 65 Persen
Beragam Tantangan dan Keberhasilan di Republik Afrika Tengah
Karo Misi Internasional Divhubinter Polri, Brigjen Pol. Gregorius Tommy Wibisono, menjelaskan bahwa selama satu tahun bertugas, personel menghadapi berbagai tantangan keamanan dan dinamika politik, termasuk saat mendukung pelaksanaan pemilihan umum di Republik Afrika Tengah.
Kontingen Indonesia dipercaya mengamankan Presiden, Wakil Presiden, para calon peserta pemilu, serta pengawalan surat suara.
📌 Baca Juga : 📎 Usai Dilantik, Kepala BNPB Langsung Turun ke Sumsel: Perkuat Penanganan Karhutla Sesuai Arahan Presiden Prabowo
Selain tugas pengamanan, personel juga aktif menjalin kedekatan dengan masyarakat melalui kegiatan kemanusiaan. Kasatgas FPU 7 Minusca, Kombes Pol. Norhayat, menambahkan bahwa mandat utama yang dijalankan adalah perlindungan warga sipil melalui patroli di wilayah konflik, di tengah kondisi cuaca ekstrem dan situasi keamanan yang menantang.

“Di tengah berbagai tantangan di daerah misi, personel tetap berupaya menjalankan mandat perlindungan warga sipil secara profesional. Kami juga melaksanakan kegiatan sosial, seperti mengunjungi sekolah dan memberikan bantuan tas serta alat tulis kepada anak-anak,” ungkap Kombes Norhayat.
Polri menyatakan akan terus menjajaki peluang penugasan pada misi perdamaian PBB di wilayah lain, sebagai bentuk keberlanjutan kontribusi Indonesia bagi perdamaian dan keamanan dunia. (HR)
Editor: Redaksi












