KABARAKTUAL.ONLINE | JAKARTA/PALANGKA RAYA — Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni bersama Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengawali langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah, memantau Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), mengevaluasi Satgas Darat, hingga meninjau Posko Karhutla Kabupaten Kapuas.
Data Kemenhut per Selasa (22/9) menunjukkan 932 titik hotspot tingkat kepercayaan tinggi secara nasional — naik 244 titik dari hari sebelumnya.
📌 Kalteng Puncaki Jumlah Hotspot, Riau & Jambi Nihil
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, jajaran Kemenhut, BNPB, TNI, Polri, Pemda, Satgas Karhutla
Pengawalan langsung operasi karhutla & pemantauan sebaran titik panas
Senin–Selasa, 21–22 September 2026; data per Selasa (22/9) pukul 21.20 WIB
Kalimantan Tengah — Posko OMC Bandara Tjilik Riwut, Pusdalops BPBD Kalteng, Posko Karhutla Kapuas
Jumlah hotspot melonjak tajam, Kalteng menyumbang terbanyak; asap tebal ganggu operasi udara → perkuat pemadaman darat
Monitoring OMC → evaluasi Satgas Darat → koordinasi dengan Forkopimda Kalteng & Kapuas; kerahkan 61 armada udara + kekuatan gabungan di darat
Berdasarkan pemantauan SiPongi Kemenhut dari satelit NASA, NOAA, dll:
Provinsi 22/9 21/9 Tren
Kalimantan Tengah 643 228 ⬆️ Naik tajam
Kalimantan Barat 50 36 ⬆️ Naik
Kalimantan Selatan 68 71 ⬇️ Turun
Sumatera Selatan 17 23 ⬇️ Turun
Jambi 0 2 ➡️ Nihil
Riau 0 0 ➡️ Tetap nihil
Nasional 932 688 ⬆️ +244 titik
“Hotspot adalah indikasi anomali suhu permukaan, belum tentu sama dengan kebakaran. Seluruh titik wajib diverifikasi lewat pemeriksaan lapangan,” tegas Kemenhut.
📌 Menhut & Kepala BNPB Turun Langsung ke Lapangan
– Pagi (22/9): Pantau Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Posko Bandara Tjilik Riwut — kesiapan armada, peluang awan, pembasahan gambut
– Siang: Evaluasi Satgas Darat di Pusdalops BPBD Kalteng — perkembangan api, distribusi personel/peralatan, kendala akibat asap tebal
– Sore: Tinjau Posko Karhutla Kapuas, berkoordinasi dengan Bupati Kapuas, Kapolda Kalteng, Pangdam XII/Tanjungpura, dan unsur terkait guna optimalisasi pemadaman
Kunjungan ini bertujuan memperpendek rantai komando, menyelaraskan operasi udara–darat, dan menyesuaikan langkah dengan kondisi aktual di lapangan.
📌 61 Armada Udara & Ribuan Personel Darat Dikerahkan
– ✈️ 61 unit armada udara: 17 untuk patroli & OMC; 44 untuk pengeboman air (water bombing) — disesuaikan cuaca, asap, jarak pandang
– 🚒 Operasi darat: Manggala Agni bersama BNPB, TNI, Polri, BPBD, relawan, masyarakat melakukan patroli, pemeriksaan lokasi, pemadaman langsung, penyekatan, pembasahan, hingga pendinginan lahan gambut. Pendinginan tetap dilakukan meski api tak terlihat di permukaan karena bara dapat bertahan di bawah tanah.
📌 Kualitas Udara Mengkhawatirkan, Masyarakat Diminta Waspada
– Indeks PM2,5 di sejumlah wilayah Kalimantan berada pada kategori tidak sehat hingga berbahaya
– BMKG memprakirakan peluang pertumbuhan awan hujan periode 23–29 September di Kalteng, Kalsel, Kalbar, Riau, Jambi, Sumsel — dijadikan acuan operasi OMC
– Masyarakat diimbau: kurangi aktivitas luar ruangan, pakai masker, perhatikan anak-anak, ibu hamil, lansia & penderita gangguan pernapasan
– DILARANG membuka lahan dengan cara membakar. Laporkan segera jika melihat asap atau titik api ke petugas. (H.R)












