banner 728x250

Kemenhut Telusuri Asal-Usul 697 Batang Kayu Log Hanyut di Perairan Sumenep, Akan Dikumpulkan Kembali

Kementerian Kehutanan (Kemenhut) melalui BPHL Wilayah VIII Surabaya dan Balai Gakkumhut Jabalnusra menelusuri asal-usul serta legalitas 697 batang kayu log yang hanyut ke perairan Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, setelah tongkang pengangkutnya mengalami kebocoran dan miring akibat cuaca buruk
banner 468x60

KABARAKTUAL.ONLINE | SUMENEP — Kementerian Kehutanan (Kemenhut) melalui BPHL Wilayah VIII Surabaya dan Balai Gakkumhut Jabalnusra menelusuri asal-usul serta legalitas 697 batang kayu log yang hanyut ke perairan Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, setelah tongkang pengangkutnya mengalami kebocoran dan miring akibat cuaca buruk.

Kayu yang hanyut di pesisir Madura ini rencananya akan dikumpulkan kembali dan diangkut ke tujuan akhir.

Example 300x600

📌 Baca Juga : 📎 Polwan Indonesia Perkuat Wawasan & Jejaring Internasional Hadapi Kejahatan Perdagangan Orang

📌 Muatan Berasal dari Kalimantan Timur Menuju Probolinggo

Kementerian Kehutanan, BPHL Wilayah VIII Surabaya, Balai Gakkumhut Jabalnusra, PT. Kutai Timber Indonesia, pemilik kapal, Pemkab Sumenep & instansi terkait

Penelusuran asal-usul & pengumpulan kembali 697 batang kayu log yang jatuh ke laut dan hanyut

Kejadian 5–19 September 2026; penelusuran & rapat koordinasi 21–22 September 2026

Perairan Laut Jawa tenggara → pesisir Sumenep, Madura; muatan dari Kalimantan Timur tujuan Probolinggo

Tongkang mengalami kebocoran & kemiringan karena cuaca buruk, sebagian muatan jatuh ke laut

Koordinasi lintas instansi, peninjauan lapangan, verifikasi dokumen, penarikan kembali kayu log

Tongkang Lintas Samudera XXIII ditarik TB. Yamdena 03 mengangkut 697 batang kayu log jenis Meranti, total volume 4.547,66 m³, berangkat dari dua lokasi di Kalimantan Timur:

– PBPH Karya Lestari: 400 batang / 2.922,11 m³ — SKSHHKB KB.C.7547894

– PBPH PT. Utama Damai Indah Timber: 297 batang / 1.625,55 m³ — SKSHHKB KB.C.7610904

Log pond PT. Kutai Timber Indonesia (KTI), Probolinggo, Jawa Timur.

📌 Baca Juga : 📎 Polisi Telusuri Dugaan Pungutan Liar & Aktivitas Bermasalah di Kawasan Kalijodo

📌 Kronologi: Cuaca Buruk Sebabkan Kebocoran & Muatan Jatuh

– Sabtu, 5 September 2026: Tongkang berlayar dalam kondisi dinyatakan layak

– Selasa, 15 September 2026: Di Laut Jawa tenggara, cuaca buruk menyebabkan kebocoran & kemiringan lambung kiri; sebagian kayu mulai jatuh ke laut

– Jumat, 18 September 2026: Tongkang berlabuh di barat Pulau Giliyang karena cuaca masih buruk

– Sabtu, 19 September 2026: Saat pengurasan air, kayu tersisa di atas dek kembali jatuh ke laut; hanyut menuju pantai Romben/Dungkek dan Andulang, Sumenep

📌 Baca Juga : 📎 Kapolri: Suatu Hari, Polri Bisa Dipimpin Perempuan

📌 Kemenhut & Lintas Instansi Bergerak Menelusuri & Menangani

Pada Senin, 21 September 2026, digelar rapat penanganan di Pemkab Sumenep dipimpin Asisten I Setda, dihadiri KSOP, Satpolairud, kepolisian, BPBD, Dinas Kehutanan, pemilik kapal, serta PT. KTI. Kemenhut melakukan:

– ✅ Verifikasi asal-usul & kelengkapan dokumen angkutan hasil hutan

– ✅ Peninjauan langsung ke lokasi pesisir terdampak

– ✅ Koordinasi keselamatan pelayaran, lingkungan & kepentingan masyarakat pesisir

📌 Baca Juga : 📎 Anggota Dewan Diduga Beking PETI di Solok Selatan, Warga Desak Dewan Kehormatan Bertindak

📌 Kayu Log Akan Ditarik Kembali ke Tujuan

PT. Kutai Timber Indonesia bersama pemilik kapal merencanakan:

– Penarikan kembali kayu log yang hanyut

– Pemindahan ke tongkang pengganti

– Pengangkutan ke pabrik di Probolinggo dengan tetap mengutamakan keselamatan pelayaran & sesuai ketentuan

Kementerian Kehutanan terus memantau seluruh proses guna memastikan pengelolaan hasil hutan berjalan tertib, aman, dan sah. (Erna)

 

🔗 Keterkaitan

Kementerian Kehutanan | BPHL Surabaya | Gakkumhut Jabalnusra | PT Kutai Timber Indonesia | Pengelolaan Hasil Hutan | Keselamatan Pelayaran

banner 120x600