📰 Kabaraktual.online | INDRAGIRI HULU — Kerusakan ekosistem Sungai Indragiri di Kecamatan Kelayang, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau, kian mengkhawatirkan.
Pantauan awak media Minggu (8/11/2026) menunjukkan ratusan rakit Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) berjejer di aliran sungai Desa Pulau Sengkilo dan Desa Kuantan Tenang. Aktivitas ini diduga membentuk pulau-pulau pasir baru, menyebabkan pendangkalan sungai sekaligus memperparah abrasi di pinggiran sungai.
📌 Baca Juga : Dugaan Somel Tanpa Izin di Desa Kasang Kuansing, Warga Desak Polisi dan Dinas Kehutanan Cek Legalitas Usaha dan Asal Kayu
Dugaan Pungutan: Rp5 Juta per Rakit dan Rp30.000 per Gram Emas
Warga yang enggan disebutkan identitasnya mengaku resah namun merasa tak berdaya.
“Sudah menjadi rahasia umum di sini. Masing-masing PETI menyetor Rp5 juta, dan setiap gram emas yang dihasilkan dipungut Rp30.000. Kalau hanya berharap aparat desa, mustahil, sebab justru diduga mereka yang mengambil keuntungan,” ungkap warga.
📌 Baca Juga : Lewat UU Satu Data Indonesia, Meutya Hafid: Masyarakat Tak Perlu Bolak-Balik Serahkan Data ke Berbagai Instansi
Pergeseran ke Pulau Domo, Kawasan Bersejarah Terancam
Kekhawatiran memuncak setelah muncul informasi bahwa aktivitas PETI kini mulai bergeser ke kawasan sekitar Pulau Domo — kawasan desa lama yang memiliki nilai sejarah tinggi bagi masyarakat setempat.
“Kalau dibiarkan, kehancuran Pulau Domo hanya soal hitungan bulan saja,” cemas warga lainnya.
📌 Baca Juga : Hotspot Nasional Turun Drastis ke 55 Titik, Kemenhut: Waspada Belum Kendur — Bara Gambut Bisa Kembali Menyala
Pernyataan warga diperkuat Robi, seorang penadah emas di lokasi tersebut. Ia mengonfirmasi bahwa aktivitas di kawasan Pulau Domo sudah mulai berjalan, meskipun kesepakatan dengan masyarakat dan nelayan belum tercapai.
“Pemain besar sudah masuk, bahkan dari luar kabupaten. Bang Yos saja sudah buka dua tempat pembakaran emas di sana,” ujar Robi.
📌 Baca Juga : Kapolda Riau di Masjid Al-Muttaqin: Polisi Jangan Ditakuti, Harus Jadi Pelindung dan Pengayom Masyarakat
Warga Desak Polda Riau dan Polres Inhu Bertindak Tanpa Kompromi
Masyarakat berharap Polda Riau beserta jajaran Polres Inhu segera menurunkan tim investigasi. Tidak hanya menindak pelaku di lapangan, tetapi juga mengusut tuntas dugaan jaringan pungutan liar serta pemodal besar yang beroperasi di balik aktivitas ini.
“Jangan biarkan kerusakan sungai ini terus merajalela sampai generasi mendatang tak lagi bisa menikmati air dan alam yang kita miliki,” harap warga. (RWP)
Editor : Redaksi.












