Kabaraktual.online – Doha, Qatar – 07 Desember 2025 – Perdana Menteri Qatar menekankan bahwa keterlibatan yang meliputi aktor non-negara menjadi satu-satunya cara yang layak untuk mencapai perdamaian di kawasan yang selama ini sulit dicapai, dalam pidatonya di Forum Doha yang dibuka hari Sabtu lalu.
Keterlibatan dengan Aktor Non-Negara Jadi Kunci dalam Forum Diplomatik Tahunan
Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al Thani, menghadiri sesi pada hari pembukaan Forum Doha, sebuah konferensi diplomatik tahunan, pada tanggal 6 Desember 2025.
Pada hari Minggu dalam acara tersebut, dia mengajak untuk melakukan keterlibatan inklusif, termasuk dengan aktor non-negara seperti kelompok Palestina Hamas. Menurutnya, ini adalah satu-satunya jalur yang layak untuk mencapai perdamaian di kawasan.
Berbicara dengan wartawan Amerika Serikat, Tucker Carlson di langsing dari Aljazeera di sesi tersebut, Sheikh Mohammed menyatakan bahwa tidak mungkin menyelesaikan atau mencapai solusi konflik “jika tidak ada yang berbicara dengan aktor non-negara.” Pernyataan ini muncul di tengah upaya terus-menerus untuk mengatasi ketegangan di kawasan Timur Tengah yang telah berlangsung lama, khususnya terkait situasi di Gaza dan Tepi Barat yang masih memanas, di mana upaya damai sebelumnya seringkali terhenti karena kurangnya keterlibatan semua pihak yang terlibat.
Forum Doha Jadi Panggung untuk Pembahasan Isu Strategis Internasional
Selain perdamaian di Timur Tengah, Forum Doha tahun ini juga membahas topik-topik strategis lainnya seperti keamanan energi global, peran teknologi dalam hubungan internasional, dan tantangan perpindahan iklim.
Acara yang dihadiri oleh pejabat negara, tokoh diplomatik, dan ahli dari lebih dari 50 negara itu bertujuan untuk menciptakan ruang dialog terbuka guna menyelesaikan masalah global. Beberapa peserta juga menyampaikan pandangan bahwa stabilitas di Timur Tengah memiliki dampak langsung pada keamanan dan perekonomian global, sehingga membutuhkan perhatian bersama dari komunitas internasional.
Sheikh Mohammed menambahkan bahwa keterlibatan inklusif tidak berarti menyetujui semua posisi aktor non-negara, tetapi lebih kepada memastikan bahwa semua pihak yang terlibat dalam konflik memiliki suara dalam proses penyelesaian.
“Kita tidak bisa membangun perdamaian yang abadi dengan meninggalkan sebagian pihak di luar meja dialog,” ungkapnya.
Komentar Pejabat Lain Menyanggupi Pentingnya Dialog Terbuka
Dalam sesi yang sama, Menteri Luar Negeri Norway, Anniken Huitfeldt, yang juga menghadiri konferensi, menyatakan dukungannya terhadap pandangan Qatar.
“Kita telah melihat bahwa dialog yang eksklusif seringkali tidak menghasilkan hasil yang berkelanjutan,” katanya. “Keterlibatan yang inklusif, meskipun sulit, adalah langkah penting untuk menemukan titik temu yang dapat diterima oleh semua pihak.”
Selain itu, seorang ahli hubungan internasional dari Universitas Nasional Singapura, Profesor Tan Ming Jiang, yang hadir sebagai pembicara tamu, juga menekankan bahwa aktor non-negara seringkali memiliki pengaruh signifikan dalam konflik, sehingga mengabaikannya akan membuat proses damai tidak lengkap.
“Di banyak kasus, aktor non-negara adalah yang mengendalikan situasi di lapangan, jadi tanpa berbicara dengan mereka, solusi akan sulit diterapkan,” jelasnya.
Hasil Awal Forum : Komitmen untuk Lanjutkan Dialog Damai
Sampai hari ini, Forum Doha telah menghasilkan komitmen bersama dari beberapa negara untuk melanjutkan dialog damai di Timur Tengah dengan melibatkan semua pihak yang relevan. Panitia acara juga mengumumkan bahwa akan dibentuk tim kerja khusus untuk memantau perkembangan upaya damai dan memfasilitasi pertemuan antara pihak-pihak yang terlibat. Meskipun belum ada kesepakatan konkret yang dicapai, peserta menyatakan optimisme bahwa forum ini telah membuka jalan untuk langkah-langkah selanjutnya yang lebih inklusif.
Editor : Redaksi






