Indragiri Hulu, Kabaraktual.online – Warga di sekitar Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) milik PT Multiguna Agro Sejahtera (MAS), sebuah Perusahaan Kelapa Sawit (PKS) di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Provinsi Riau, mulai menyampaikan keluhan terkait dampak operasional IPAL tersebut. Selain menimbulkan bau tidak sedap, air limbah dari kolam IPAL dilaporkan meluap (overload) dan dialirkan ke kanal-kanal perkebunan warga.
Salah seorang warga mengungkapkan bahwa air limbah dari kolam tersebut juga disalurkan ke parit yang mengalir ke sungai kecil menggunakan mesin penyedot air dan selang. Keluhan ini, menurutnya, telah disampaikan kepada pihak desa, namun belum ada tindak lanjut yang memadai.
“Kami sudah pernah menyampaikan masalah ini ke Kepala Desa (Kades) terkait dampak yang dirasakan warga yang tinggal berdekatan dengan PKS. Kami merasa menghadapi perusahaan dan juga Kepala Desa,” ujar seorang tokoh masyarakat yang meminta namanya tidak disebutkan.
Ia menambahkan, masyarakat sekitar tidak menerima kompensasi apapun dari perusahaan, meskipun terdampak langsung oleh operasional PKS tersebut.
“Untuk masalah kompensasi, sebaiknya ditanyakan langsung kepada Kepala Desa,” imbuhnya.
Tim media kemudian melakukan penelusuran ke kanal-kanal perkebunan warga dan sungai yang dimaksud. Hasilnya, ditemukan adanya genangan air limbah yang diduga sengaja dialirkan oleh perusahaan menggunakan selang dan mesin pompa air. Lokasi kolam-kolam IPAL juga berdekatan dengan jalan lingkungan warga tanpa adanya penerapan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) yang memadai, seperti pagar pelindung permanen. Hal ini menimbulkan kesan bahwa perusahaan mengabaikan aspek keselamatan.
Setelah tim media meninggalkan lokasi perkebunan warga, mereka didatangi oleh dua orang petugas keamanan perusahaan yang diduga melakukan intimidasi terkait kegiatan peliputan tersebut.
“Dari mana, Bang? Sedang apa di belakang? Kami lihat tadi ada yang foto-foto. Jangan begitu, Bang, langsung saja ke kantor,” kata salah seorang petugas keamanan.
Saat tim media hendak mendatangi kantor PKS, mereka disambut oleh Komandan Regu (Dandru) Keamanan bernama Kamal. Ia menjelaskan bahwa Manajer dan Asisten Kepala (Askep) sedang berada di Pekanbaru.
“Pihak manajemen perusahaan sedang tidak di tempat, mereka sedang di Pekanbaru,” ujar Kamal.
Selanjutnya, Kamal mengajak tim media untuk berdiskusi di sebuah warung kopi di sekitar lokasi. Ia berjanji akan menyampaikan keluhan warga dan informasi yang diperoleh tim media kepada pihak manajemen perusahaan.
“Iya, Bang, nanti saya coba sampaikan ke pihak perusahaan tentang keluhan masyarakat ini. Kami bekerja di sini, dan kami juga warga sini. Saya sendiri adik Kepala Desa,” jelas Kamal.

Berdasarkan penjelasan tersebut, tim media menyimpulkan adanya dugaan campur tangan Kepala Desa dalam permasalahan ini, sehingga keluhan masyarakat selama ini terabaikan.
Tim media berharap Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Indragiri Hulu segera mengevaluasi sistem IPAL PT Multiguna Agro Sejahtera demi kesehatan dan keselamatan warga di sekitar perusahaan.(Tim)
Editor : Redaksi












