Padang, Sumbar, Kabaraktual.online – Kota Padang dilanda bencana banjir yang sangat parah pada Selasa (25/11/2025), setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut selama beberapa hari terakhir. Dampak banjir ini sangat luas, menyebabkan puluhan ribu warga terpaksa mengungsi dan kerusakan infrastruktur yang signifikan.
Menurut laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, lebih dari 27.000 warga terdampak langsung oleh banjir ini. Kecamatan Koto Tangah menjadi wilayah yang paling parah terkena dampak, dengan lebih dari 20.000 warga menderita akibat banjir.
“Kami sangat prihatin dengan situasi yang terjadi. Hujan deras yang terus-menerus telah menyebabkan sungai meluap dan merendam ribuan rumah,” ujar Hendri Zulviton, Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang.
Selain Koto Tangah, kecamatan lain seperti Nanggalo, Padang Utara, Lubuk Begalung, Pauh, dan Kuranji juga mengalami dampak yang signifikan. Banjir tidak hanya merendam rumah-rumah warga, tetapi juga merusak fasilitas umum seperti jalan, jembatan, dan sekolah.
Data sementara dari BPBD mencatat bahwa dua rumah hanyut terbawa arus, puluhan rumah mengalami kerusakan berat dan ringan, serta satu rumah ibadah rusak ringan. Selain itu, longsor juga terjadi di beberapa titik, menghambat aksesibilitas dan mobilitas warga.
Pemerintah Kota Padang telah mengaktifkan pusat-pusat pengungsian dan menyediakan bantuan darurat berupa makanan, air bersih, selimut, dan obat-obatan. Tim SAR gabungan juga terus berupaya mengevakuasi warga yang terjebak di rumah-rumah mereka.
“Kami akan terus memantau situasi dan memberikan bantuan yang diperlukan kepada warga yang terdampak. Prioritas kami adalah memastikan keselamatan dan kesejahteraan mereka,” tambah Hendri.

Banjir ini menjadi pengingat akan pentingnya mitigasi bencana dan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. Pemerintah daerah berencana untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem drainase dan tata ruang kota guna mencegah kejadian serupa di masa depan.
Warga Padang berharap agar banjir segera surut dan mereka dapat kembali ke rumah masing-masing untuk memulai proses pemulihan. Bantuan dari berbagai pihak sangat dibutuhkan untuk meringankan beban mereka dalam menghadapi cobaan ini.(Red)
Editor: Redaksi











