Kuansing/Riau, Kabaraktual.online – CV. Adifa Meka Hara (AMH) Pabrik buah berondolan kelapa sawit, yang terletak di Desa Muara Tiu Kecamatan Pucuk Rantau Kabupaten Kuantan Singingi, mempunyai kisah perjalanan pajang hingga, saat di resmikan pada, Minggu, 15 September 2024.
“Awal dari pendirian pabrik berondolan kelapa sawit ini daerahnya di bawah sana dan izin yang kami perlukan kala itu hanya izin dari Desa sebab rencana awal untuk Usaha Menengah Kecil Mikro (UMKM) dan sekarang sudah melalui proses sesuai dengan ketentuan ,” kata Pemegang Saham Muliadi, Tarmizi dkk.
Kenapa demikian ? Karena kapasitas yang kita buat awalnya bisa memproduksi berondolan hanya satu ton saja dalam lima hari, dalam pengolahan itu tidak bisa memisahkan cangkang dengan kulit hingga mengurangi Crude Palm Oil. Dan jika kita lanjut kerugian akan terus berkepanjangan, ungkap pengusaha Pabrik berondolan sawit Muliadi.
Tetapi kita tidak pernah lelah untuk yang lebih baik dalam proses untuk memastikan bahwa sebuah sistem, fasilitas, atau komponen yang baru atau diperbarui memenuhi persyaratan, kode, standar, dan peraturan yang berlaku. Kita lanjutkan atau yang di sebut Komisioning dan pihak kita akan terus berkordinasi dengan Dinas terkait, PUPR, DLH dan PTSP, lanjutnya.
Arti dalam perjalanan kita, hanya memberikan yang positif untuk ruang lingkup masyarakat dan terimakasih kepada Bapak Bupati Kuansing dan rombongan hadir dalam giat peresmian Pabrik berondolan Desa Muara Tiu, kata Muliadi dalam memberi kata sambutan saat peresmian.
Dilanjut dengan kata sambutan dari Bupati Kuantan Singingi sekalian Peresmian Gunting pita dan penandatangan prasasti.
“Disini kita mengapresiasi berdirinya CV. Adifa Meka Hara (AMH) yang mana Pabrik berondolan ada tiga di Kuansing dan AMH terlah berhasil untuk produksi perdana dengan kapasitas secara verefikasi awal 5 ton dalam setiap Jam nya dan jika jam produksi 8 (delapan) jam di Kali 5 ton berarti sudah bisa produksi 45 ton” Kata Bupati Kuansing Dr. H. Suhardiman Amby, MM.
Verefikasi awal tentunya adalah izin mendirikan bangunan (IMB) baru kekapasitas produksi, semuanya harus bisa di pastikan sesuai dengan desain meliputi perizinan PTSP agar bisa sesuai dengan target.
Vase berikutnya terkait dengan Abrasi, AMDAL dan kerugian, kalau ada yang masih kurang kordinasi ke Instansi terkait begitu juga terkait desain terupdate, publisitas agar target 5 ton tercapai. Standar bahan baku mutu yang langsung berfungsi untuk masyarakat dan kapasitas 5 ton Pabrik berondolan itu di butuhkan 200 hektar lahan kebun kelapa sawit, Ungkap Bupati lagi.
Diharapakan kedepannya, Pabrik berondolan ini bisa mendongkrak perekonomian masyarakat, petani khususnya ruang lingkup Kecamatan pucuk rantau. Selain itu, setelah keberhasilan pemanfaatan minyak goreng dari kelapa sawit juga bermanfaat untuk bahan pembuatan Kue, untuk berbagai produk farmasi, untuk bahan sampo dan Sabun Karena hasil dari buah sawit kaya akan Vitamin E, Dapat Menjadi Bahan Kosmetik dan lain sebagainya, Ungkapnya
Maka dari itu, Pemerintah Daerah sendiri membuka pintu buat para investor guna mendapatkan pemanfaatan lain hasil dari buah sawit itu sendiri, sebenarnya pembangunan Pabrik bisa menggunakan APBN atau dana kementerian tergantung dari pada sumber daya manusia (SDM) seperti yang ada di Kecamatan Singingi tetapi belum produksi, Pemda sendiri mempunyai 373 hektar lahan perkebunan kelapa sawit.
Sebagai Direktur CV. Adifa Meka Hara (AMH) Tarmizi menambakan, Kehadiran pabrik kelapa sawit komersial di suatu pedesaan semoga bisa berperan aktif dalam menumbuh kembangkan prekonomian di tengah – tengah masyarakat.

Terimakasih atas kehadiran Bapak Dr. H. Suhardiman Amby, MM., Bupati Kuantan Singingi yang telah meresmikan Pabrik berondolan dan telah mengikuti berbagai rangkaian acara pengguntingan pita hingga penandatangan prasasti.
Turut hadir, Ketua DPRD Kuansing beserta sejumlah Anggota, Pj Sekretaris Daerah, Asisten II Sekretariat Daerah, Kepala Perangkat Daerah, Camat Pucuk Rantau serta tamu undangan lainnya.(Wawan).












