Kuansing/Riau, Kabaraktual.online – Diketahui Pagu reguler Dana Desa (DD) Sungai Keranji Tahun Anggaran (T.A) 2024, Kecamatan Singingi Kabupaten Kuantan Singingi sebesar Rp.1.137.534.000,-(satu miliar seratus tiga puluh tujuh lima ratus tiga puluh empat) yang bersumber dari APBN. Dan salah satunya terpantau awak media yakni sarana dan prasarana kepemudaan dan olahraga milik Desa (pembangunan lapangan volly ball) pada Jum’at, 22/11/2024.
Update papan anggaran pada program pembangunan & pemberdayaan masyarakat Desa Sungai Keranji pada tahun 2024, bidang pembangunan Desa, kegiatan pembangunan lapangan bola volley dengan volume, 30 M X 20 M X 0,1 M biaya pelaksanaan Rp. 137.433.000,- yang bersumber dari Dana Desa APBN T.A 2024, Aneh bin ajaib, pada pelaporan data spam saat ini sudah mencapai angka yang signifikan untuk kegiatan lapangan bola volley tersebut Rp.314.598.000,-
Mengetahui informasi tersebut masyarakat tentunya kaget bahkan menjadi pro dan kontra, masak lapang bola yang segitu banyak menelan biaya tiga ratus juta, ini patut diduga ada penggelembungan Dana, kata warga sekitar yang tidak mau disebutkan namanya.
Ia menambakan, kalau begini caranya sudah menghamburkan uang negara, kan kasian kepada warga, aturan bisa untuk membangun kegiatan yang lain ini jadi terhenti. Yah, itu lah patut diduga masuk ke saku pribadi Pak Kades.
Kami juga meminta kepada Inspektur/Inspektorat Kabupaten Kuantan Singingi untuk mengevaluasi kinerja kepala desa kami ( Desa Keranji) dan benar – benar menegakkan hukum agar tercipta supremasi hukum di Daerah dan NKRI.
Sementara Camat Singingi saat di konfirmasi melalui WhatsApp mengatakan,”Waallaikum salam,,oke terima kasih infonya nanti saya komfirmasi kedesa yg bersangkutan,” ungkap Camat.
Sudah berulang kali Tim media mengkonfirmasi Kepala Desa Sungai Keranji H. Tasmin, Kekantor, kerumah bahkan melalui pesan WhatsApp namun tidak mendapat jawaban, hingga berita ini di terbitkan dan awak media akan coba terus mengkonfirmasi yang bersangkutan.
“Bapak tidak ada dirumah, coba lihat mobilnya saja tidak ada, Bapak pergi pagi tadi ke Kantor Camat,” jelas Bu Kades
Kalau Bapak – bapak ni ada urusan ke kantor saja, disanakan ada perangkat dan staf yang lain, ungkap Bu Kades lagi.
Tim pun meninggalkan kediaman Pak Kades Sungai Keranji, tidak jauh dari kediaman Pak Kades jelas terlihat kantor desa tutup. Tidak berapa lama berselang mobil Pak Kades ada dirumah, namun salam awak media pun tidak di balas bahkan pintu semua tertutup dengan rapat.

“Itu mungkin malas keluar Pak dan malas berkomunikasi dengan bapak,” ungkap warga sekitar lagi yang tidak mau disebut namanya di tempat terpisah.
Biasa kalau mobil ada di rumah, ya paling di dalam, biasa juga begitu, tapi kalau di panggil Pak Kades atau Bu Kades tetap keluar, ya aneh aja kali ini tumben ga keluar, tutur Warga. (SI)











