Portal Berita Terupdate Aktual & Faktual

Heboh Ikan Mati Pekan Lalu Warga Masih Tunggu info DLH Inhu

Masyarakat Berharap Penjelasan Jelas dari DLH Inhu Agar Masalah ini jangan terulang kembali, Siapa yang sebenarnya bertanggung jawab 

Inhu, Kabaraktual.online – Beberapa pekan lalu, warga Desa Simalinang Tebing di Kecamatan Peranap Kabupaten Indragiri Hulu Provinsi Riau hebohkan dengan kejadian di mana ratusan ikan di sungai tersebut ditemukan mati tiba-tiba; selanjutnya, hal ini yang diduga oleh warga sebagai akibat dari cairan limbah yang dialirkan dari Perusahaan Kelapa Sawit (PKS) PT Rigunas Agri Utama (RAU) ke perairan tersebut, sehingga menjadikan peristiwa ini sebagai perhatian utama bagi seluruh warga di sekitar desa itu.

Pertama, ketika kejadian ini terjadi, warga langsung menyadari bahwa jumlah ikan yang mati sangat banyak dan menyebar di sepanjang bagian sungai yang dekat dengan lokasi perusahaan tersebut.

kemudian mereka mulai menghubungi pihak terkait untuk mencari penjelasan mengenai penyebab yang sebenarnya dari kematian ikan tersebut.

Dengan demikian, dalam rangka menjawab pertanyaan apa yang terjadi, kapan itu berlangsung, dimana lokasinya, dan siapa yang terlibat, dapat diketahui bahwa kejadian kematian ikan skala besar ini terjadi di sungai Desa Simalinang Tebing beberapa pekan yang lalu dan melibatkan warga lokal serta PT RAU sebagai pihak yang diduga bertanggung jawab.

Kejadian Serupa Sudah Berulang-ulang Tanpa Penanganan Serius

Menurut keterangan yang diberikan oleh warga sekitar, kejadian yang serupa dengan kematian ikan di sungai tersebut sudah terjadi beberapa kali sebelumnya; namun demikian, tidak ada penanganan yang serius yang dilakukan oleh instansi yang berwenang untuk menyelesaikan masalah ini, sehingga warga merasa frustasi karena permasalahan limbah yang terus berlanjut tanpa ada solusi yang jelas.

Selanjutnya, ketika Acong selaku Ketua Pemuda Desa Simalinang Tebing ditemui untuk memberikan keterangan, ia mengungkapkan bahwa “kejadian ikan mati ini bukannya kali ini saja, sudah berulang-ulang, 4 atau 5 kali” dan bahwa saat ia memberitahu pihak perusahaan, mereka justru memberikan respon yang rendah dan bahkan mengatakan bahwa ikan-ikan tersebut mati karena masyarakat yang meracunnya, akibatnya hubungan antara warga dan perusahaan sempat memburuk sebelum warga memutuskan untuk memperbaiki nilai silaturahmi dengan PT RAU.

Dengan demikian, dapat dipahami mengapa warga merasa khawatir dan tidak puas, yaitu karena peristiwa yang berbahaya ini terus berulang tanpa ada tindakan yang tegas dari pihak yang berwenang maupun perusahaan itu sendiri.

Aduan Kembali Muncul pada 21 November 2025, Media dan DLH Turun Tangan

Kemarin, Acong juga menambahkan bahwa ia menerima aduan dari masyarakat lagi mengenai indikasi keracunan ikan di sungai tersebut pada tanggal 21 November 2025; langsung saja, ia pergi ke lokasi kejadian dan menghubungi pihak perusahaan agar mereka juga datang ke lokasi untuk menjelaskan masalah ini dan tidak lagi menuding masyarakat sebagai pelaku pembunuhan ikan, sehingga pihak perusahaan diminta untuk turut berpartisipasi dalam menyelidiki penyebab yang sebenarnya.

Kemudian, kejadian ikan mati kali ini diterbitkan dalam pemberitaan oleh beberapa media online, dan akhirnya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Indragiri Hulu turun ke lokasi untuk mengambil sampel air yang akan diuji di laboratorium guna memeriksa baku mutu airnya, sebagai hasilnya proses penyelidikan mulai berjalan dengan keterlibatan instansi resmi. Dengan demikian, pertanyaan bagaimana penanganan kejadian ini berlangsung dapat dijawab dengan adanya upaya warga untuk melaporkan, keterlibatan media, dan tindakan DLH yang mengambil sampel air untuk diuji.

Hasil Uji Laboratorium Masih Menunggu, Masyarakat Bertanya-tanya

Saat DLH mengambil sampel air, warga diberitahu bahwa mereka harus menunggu hasil laboratorium selama dua minggu kedepan; namun, saat ini sudah terhitung lima belas hari sejak sampel air tersebut diambil, dan masyarakat masih bertanya-tanya karena belum mendapatkan informasi selanjutnya mengenai hasil uji laboratorium tersebut.

Selanjutnya, untuk mengetahui kelanjutan peristiwa ini, awak media melakukan upaya konfirmasi ke DLH Kabupaten Indragiri Hulu melalui Kepala Bidang (Kabid) Pencemaran Lingkungan Bakri, ST, dengan pesan singkat WhatsApp yang dikirim melalui selulernya, dan Bakri memberitahu bahwa hasil uji laboratorium tersebut masih menunggu satu minggu lagi ke depan, sehingga warga harus menunggu lebih lama dari waktu yang dijanjikan sebelumnya.

Pada Rabu (10/12/2025), Bakri juga jelaskan dengan singkat bahwa “setelah kita berkomunikasi dengan UPT Laboratorium PU Provinsi, hasil analisa akan selesai paling lambat Minggu depan pak,“akibatnya masyarakat masih harus bersabar menunggu untuk mendapatkan penjelasan yang jelas mengenai penyebab kematian ikan tersebut.

Masyarakat Berharap Penjelasan Jelas dari DLH

Masyarakat sekitar sangat berharap bahwa kejadian kematian ikan kali ini mendapatkan keterangan yang jelas dari DLH Kabupaten Indragiri Hulu; bukan hanya itu, mereka juga mengharapkan bahwa penjelasan tersebut tidak sekadar menghibur hati masyarakat sesaat, tetapi benar-benar menjawab pertanyaan apakah kematian ikan tersebut disebabkan oleh limbah PKS PT Rigunas Agri Utama yang diduga dialirkan ke sungai ataukah merupakan fenomena alam yang membuat ikan-ikan itu mati sendirinya.

Selanjutnya, harapan masyarakat ini dinyatakan sebagai bentuk keinginan untuk keadilan dan kejelasan, karena mereka ingin mengetahui pihak yang sebenarnya bertanggung jawab agar permasalahan limbah ini tidak terulang lagi di masa depan, sehingga keamanan dan kelestarian lingkungan perairan di Desa Simalinang Tebing dapat dijaga. (Rudi)

Editor : Redaksi