JAKARTA, kabaraktual.online – 16 November 2025 – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menerima laporan resmi dari Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (KEPP OKP), Velix Wanggai, di Istana Negara pada hari Selasa.
Pertemuan ini membahas secara mendalam arah kerja, agenda strategis jangka pendek hingga panjang, serta peta jalan rinci untuk percepatan pembangunan di seluruh wilayah Tanah Papua.
Dalam penyampaian laporannya, Velix Wanggai menegaskan bahwa kolaborasi dan komunikasi intensif bukan hanya menjadi kebutuhan dasar, melainkan sebagai fondasi utama dalam mewujudkan pembangunan yang merata dan berkelanjutan.
Menurutnya, kerja sama yang terjalin antara pemerintah pusat, KEPP OKP, dan para kepala daerah di Papua telah melahirkan berbagai inisiatif yang tidak selalu terpapar media massa, namun memberikan dampak nyata bagi masyarakat di lapangan.
“Kami telah membangun jaringan komunikasi yang komprehensif, baik secara formal maupun informal, dengan seluruh pemimpin daerah – gubernur, bupati, dan wali kota – yang memiliki komitmen tinggi terhadap kemajuan Papua. Banyak ide-ide revolusioner dan terobosan inovatif yang muncul dari diskusi bersama, yang fokus pada kesejahteraan rakyat serta pemberdayaan potensi lokal,” jelas Velix.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua KEPP OKP juga menekankan posisi strategis Papua bagi masa depan bangsa.
“Papua tidak boleh lagi hanya dikenali melalui lensa ketertinggalan dan keterpencilan. Sebaliknya, wilayah ini adalah tulang punggung masa depan Indonesia dalam berbagai aspek – mulai dari kekayaan ekonomi, sumber energi strategis, ketahanan pangan, hingga peran penting dalam dinamika geopolitik, geoekonomi, dan geostrategis kawasan Pasifik,” tegasnya.
Agenda Prioritas yang Disepakati
1. Penguatan Program Quick Wins Berbasis Budaya Lokal
Program ini mengakar pada nilai-nilai “asta cita rasa Papua” dan melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk lembaga agama. Salah satu contoh konkret adalah rencana pembangunan 2.572 Sarana Prasarana Pemerintah Kabupaten (SPPG) yang akan mengintegrasikan nilai budaya lokal, serta mendorong perputaran ekonomi jemaat dan ekonomi kampung.
Langkah ini diharapkan dapat menyentuh langsung kehidupan petani, nelayan, buruh, serta memperkuat sistem logistik lokal yang efisien.
2. Perlindungan Sosial Terarah untuk Orang Asli Papua
Fokus utama pada program bantuan langsung tunai (BLT) yang ditargetkan kepada kelompok yang paling membutuhkan. Selain itu, diperkuat pula akses terhadap layanan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan dengan tujuan mencapai Universal Health Coverage. Khususnya, upaya ini akan memastikan kelompok seperti pendeta, penatua masyarakat, nelayan, dan buruh yang selama ini terbatas aksesnya dapat menikmati manfaat perlindungan sosial secara merata.
3. Penguatan Ekonomi Lokal dari Hulu ke Hilir
KEPP OKP mendorong penetapan satu produk unggulan untuk setiap kabupaten atau kota di Papua, sebagai langkah untuk mengoptimalkan potensi sumber daya lokal. Selain itu, direncanakan pembentukan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru melalui kawasan ekonomi strategis dan industri di berbagai wilayah, antara lain di Biak (sebagai pintu gerbang kawasan Pasifik), Pegunungan Bintang, Merauke, dan Kaimana – selain kawasan yang sudah ada di Sorong. Gagasan pembentukan Free Trade Zone juga menjadi bagian dari rencana untuk menarik investasi dan memperkuat posisi Indonesia di kawasan Pasifik.
Peta Jalan Lima Tahun Percepatan Pembangunan
Velix Wanggai juga memaparkan peta jalan terstruktur selama lima tahun ke depan:
– 2025-2026: Fokus pada pemantapan program Quick Wins dan implementasi program Membangun dari Bawah (MBG) untuk memastikan manfaat pembangunan sampai ke tingkat akar rumput.
– 2027: Mendorong pertumbuhan investasi lokal yang berdampak pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan pembentukan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru.
– 2028: Memperkuat seluruh aspek perlindungan sosial dan memastikan akses layanan dasar merata bagi seluruh masyarakat Papua.
– 2029: Menyiapkan infrastruktur dan fondasi pembangunan yang kokoh menjelang tahun politik, dengan tetap memastikan momentum percepatan pembangunan tidak terganggu.
“Kami yakin bahwa dengan peta jalan yang jelas dan kolaborasi yang erat, Papua akan tumbuh menjadi bagian yang kuat dan sejahtera dari Indonesia,” pungkas Velix Wanggai. (Wn)
Editor : Redaksi












