Padang, Kabaraktual.online – Kota Padang dilanda serangkaian bencana alam akibat curah hujan berintensitas tinggi yang mengguyur sejak Senin, 24 November 2025. Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, 27, November 2025 dari berbagai kejadian seperti pohon tumbang, tanah longsor, banjir, dan banjir bandang telah tercatat di 11 kecamatan.
Kerusakan Signifikan Terjadi di Berbagai Sektor
BPBD Kota Padang melaporkan bahwa bencana ini menyebabkan kerusakan yang meluas. Dua unit rumah mengalami rusak berat, sementara 61 unit lainnya rusak sedang, dan 17 unit rusak ringan. Selain itu, sebuah mushalla mengalami kerusakan berat, dan dua petak sawah rusak berat akibat terendam dan terbawa arus. Jalan sepanjang 60 meter putus, mengganggu akses transportasi warga. Kerusakan juga terjadi pada delapan intake PDAM, yang mengakibatkan 100.000 pelanggan tidak mendapatkan suplai air bersih. Total, sebanyak 27.138 jiwa atau 10.811 KK terdampak oleh bencana ini.
Status Tanggap Darurat Ditetapkan untuk Percepat Penanganan
Pemerintah Kota Padang telah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana sebagai respons terhadap kondisi tersebut. Penetapan ini sesuai dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana.
Status tanggap darurat ini berlaku selama 14 hari, mulai dari 25 November hingga 8 Desember 2025, dengan tujuan memastikan evakuasi, penanganan darurat, dan pemulihan akses masyarakat dapat berjalan dengan cepat dan terkoordinasi.

Wali Kota Padang Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan
Wali Kota Padang, Fadly Amran, menyampaikan bahwa banjir bandang yang terjadi kali ini merupakan fenomena yang tidak biasa dan meminta semua pihak untuk tetap waspada. Ia menekankan bahwa banjir bandang membawa material lumpur, kayu, dan batu dengan arus deras yang mengancam keselamatan warga.
“Banjir bandang ini bukan kejadian biasa. Intensitas hujan ekstrem membuat debit air meningkat sangat cepat. Prioritas kita adalah keselamatan masyarakat, dan seluruh tim sudah kami gerakkan ke lapangan,” ujar Fadly Amran.
Wali Kota juga mengimbau warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai, lereng perbukitan, dan daerah rawan longsor untuk meningkatkan kewaspadaan dan segera melapor jika melihat tanda-tanda bahaya.
Upaya Penanganan Terus Dilakukan
Tim gabungan dari berbagai instansi terus melakukan evakuasi, pembersihan material longsor, perbaikan akses jalan, serta penanganan kebutuhan dasar warga terdampak. Pemerintah Kota Padang memastikan penyaluran logistik, layanan kesehatan, dapur umum, dan kebutuhan mendesak lainnya berjalan lancar selama masa tanggap darurat.(Tim)
Editor: Redaksi












