Langkah ini sejalan dengan percepatan transformasi digital pemerintahan, penguatan ekonomi hijau, serta upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui tata kelola desa yang profesional dan berdaya saing.
Kabaraktual.online | Jakarta – Sebanyak 25 Kepala Desa dari berbagai wilayah di Indonesia telah secara resmi dilepas oleh Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto untuk melaksanakan studi banding terkait kemajuan desa ke Republik Rakyat Tiongkok. Acara pelepasan dilaksanakan di Ruang Operasional Kementerian Desa PDT, Jakarta Selatan, pada (13/07) dan telah dirangkum Redaksi pada Rabu, 14/07/2026.
Harapan Memperoleh Praktik Terbaik
Dalam arahannya, Menteri Yandri meminta seluruh kepala desa yang menjadi delegasi untuk belajar dengan sungguh‑sungguh guna memperluas wawasan serta mengadopsi praktik terbaik pembangunan desa di Tiongkoko, sehingga dapat dijadikan teladan bagi kemajuan desa di Indonesia.
“Saya berharap Bapak Ibu menjadi kiblat bagi desa‑desa yang tidak berangkat. Dan selama di sana sudah punya rencana, nanti kalau pulang saya mau bikin ini misalnya. Kita ada program SEHATI, swasembada ekonomi hijau. Nah tadi banyak cakupannya ekonomi hijau itu, bisa untuk kawasan industri, bisa perdagangan karbon,” ujarnya.
Fokus Pembelajaran dan Dukungan Pemerintah
Menteri Yandri menjelaskan bahwa pengalaman ini diharapkan dapat membuka visi kepemimpinan desa, melahirkan program yang lebih efektif, serta menginspirasi transformasi nyata demi kesejahteraan masyarakat.
Di Tiongkok nanti, para kepala desa dapat melihat langsung keberhasilan pembangunan desa yang dibangun melalui sinergi pemerintah pusat, pemerintah desa, dan pemanfaatan teknologi mutakhir.
“Ilmu yang ditempa di Tiongkok nanti akan kita afirmasi dengan program di Kemendes, sehingga Bapak Ibu harusnya lebih sukses, lebih berhasil, dan lebih adaptif dibandingkan desa yang tidak berangkat,” tambahnya.
Ia juga menegaskan bahwa proposal program yang disusun berdasarkan hasil studi tersebut akan mendapatkan dukungan penuh dari kementerian.
Materi Studi Tiru yang Komprehensif
Selain aspek pembangunan dan teknologi, para delegasi juga dipersilakan mempelajari pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang modern, mulai dari sektor pertanian hingga pariwisata terpadu.
Tak hanya itu, cara desa‑desa di Tiongkok melestarikan budaya sekaligus menyulapnya menjadi peluang ekonomi masyarakat juga menjadi fokus utama pembelajaran.
Pelepasan delegasi ini turut dihadiri oleh Wakil Menteri Desa PDT Ariza Patria, serta jajaran Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama di lingkungan kementerian.
Editor: Redaksi












