Pernyataan ini menjadi kelanjutan dukungan luas terhadap langkah Polri yang telah resmi meningkatkan status perkara ke tahap penyidikan, serta selaras dengan sikap Masyarakat Anti‑Korupsi Indonesia yang siap menyerahkan data pendukung demi keadilan.
Kabaraktual.online | Jakarta – Dukungan sekaligus seruan tegas telah disampaikan oleh mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi Yudi Purnomo Harahap terhadap langkah yang diambil Kepolisian Republik Indonesia dalam mengungkap dugaan tindak pidana korupsi pasokan batu bara ke sejumlah Pembangkit Listrik Tenaga Uap yang diduga menimbulkan kerugian negara hingga mencapai Rp5 triliun.
Menurutnya, kerugian yang ditimbulkan tidak hanya berupa kerugian keuangan negara secara riil, melainkan juga biaya sosial yang sangat besar akibat terjadinya pemadaman listrik menyeluruh di wilayah Sumatera dan Jawa, yang mengganggu aktivitas ekonomi serta kehidupan sehari‑hari masyarakat luas.
Harus Diungkap Seluruh Aktor di Balik Layar
Lebih lanjut diduga terdapat aktor intelektual yang berperan penting di balik penyimpangan yang terjadi secara masif tersebut, mengingat pelaksanaan pengadaan dan distribusi batu bara tidak dapat berjalan menyimpang tanpa perencanaan terstruktur.
Para pelaku dinilai hanya mementingkan keuntungan pribadi semata tanpa mempedulikan dampak buruk yang diterima oleh masyarakat, sehingga seluruh pihak yang terlibat harus diungkap dan dimintai pertanggungjawaban secara hukum tanpa terkecuali.
Ia juga berharap seluruh saksi yang mengetahui peristiwa ini dapat bersikap kooperatif guna mempercepat proses pengungkapan fakta yang sebenarnya.
Sinergi Lembaga dan Penelusuran Aliran Dana
Mengingat pengalaman menangani sejumlah perkara besar seperti kasus Bank Century dan proyek E‑KTP, Yudi menegaskan bahwa keterlibatan Badan Pemeriksa Keuangan serta Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan akan sangat membantu penyidik dalam menelusuri aliran dana serta mengungkap siapa saja yang sesungguhnya menerima manfaat dari perbuatan tersebut.

Pendekatan “ikuti aliran uang” ini dinilai sangat penting untuk memburu aset pelaku sekaligus memulihkan kerugian negara. Pengusutan tuntas perkara ini pun diharapkan dapat menjawab keheranan publik mengenai penyebab terjadinya gangguan pasokan listrik yang sempat melanda beberapa waktu lalu. (H.R)
Editor : Redaksi












