KabarAktual.online – Pada hari keempat serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran, jumlah korban tewas yang dilaporkan telah mencapai 787 orang. Serangan yang dilakukan oleh kedua negara ini tidak hanya menargetkan berbagai lokasi di Iran, tetapi juga menimpa stasiun penyiaran negara Iran.
Di sisi lain, Israel diketahui meningkatkan intensitas serangan udaranya ke Lebanon dan bahkan meluncurkan serangan darat baru di bagian selatan negara tersebut.
Sementara itu, otoritas Saudi menyatakan bahwa dua drone telah menyerang Kedutaan Besar AS di Riyadh, yang menyebabkan kebakaran terbatas serta kerusakan ringan pada bangunan.
Iran Tolak Negosiasi, Serangan Rudal Menyebabkan Kerusakan
Iran secara tegas menolak kemungkinan adanya negosiasi dengan AS. Hal ini disampaikan oleh duta besar Iran untuk Persatuan Bangsa – Bangsa (PBB) di Jenewa yang menyatakan bahwa “satu-satunya bahasa untuk berbicara dengan AS adalah bahasa pertahanan”. Di wilayah Israel sendiri, serangan rudal yang diluncurkan oleh Iran di beberapa lokasi di tengah negara itu telah menyebabkan tujuh orang terluka.
Selain korban jiwa, serangan tersebut juga mengakibatkan kerusakan pada bangunan dan kendaraan, serta memicu kebakaran di berbagai tempat.
Mantan Pejabat AS Desak Trump Jelaskan Tujuan Perang
Mantan pejabat AS, John Bolton, mendesak Presiden Trump untuk menjelaskan secara jelas kepada rakyat AS mengapa perang ini dianggap sesuai dengan kepentingan negara.
Bolton juga menyatakan bahwa tujuan utama dari kerja sama AS dan Israel adalah melakukan perubahan sistem di Iran. Tujuan perubahan sistem ini dilakukan dengan harapan dapat menghilangkan program nuklir Iran serta dukungan yang diberikan negara tersebut terhadap terorisme.
Berbagai Reaksi dan Langkah Lainnya di Wilayah Timur Tengah
Selain kejadian-kejadian di atas, Garda Revolusi Iran (IRGC) mengklaim telah berhasil menghancurkan target yang dianggap sebagai musuh di wilayah otonom Kurdi, utara Irak.
Di Yordania, otoritas penerbangan sipil negara itu telah membuka kembali ruang udara setelah melakukan penilaian risiko secara mendalam. Sementara itu, analis politik Saudi, Hesham Alghannam, menyatakan bahwa negara-negara Dewan Kerjasama Teluk (GCC) mungkin akan beralih dari sikap netral menjadi lebih anti-Iran jika fasilitas minyak dan gas di wilayah tersebut terus diserang.

Iran juga telah mengumumkan larangan ekspor semua jenis makanan dan produk pertanian sebagai langkah yang diambil dalam masa perang.
Di tempat lain, kelompok Hizbullah menembakkan rudal ke posisi militer Israel yang terletak di Galilea Atas. Selain itu, Kedutaan Besar AS di Riyadh juga mengeluarkan peringatan mengenai adanya serangan yang akan terjadi di bagian timur Saudi. (WaN)
Editor: Redaksi












