KabarAktual.Online- Kamis, 19 Maret 2026 | 11:39 WIB
Sikap Diam Macron Dikritik Keras oleh Araghchi
Sikap pasif dan diam yang ditunjukkan oleh Presiden Prancis, Emmanuel Macron, terhadap agresi militer gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran dikritik keras oleh Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi.
Menurut Araghchi, sikap tersebut menunjukkan ketidakpedulian para pendukung demokrasi terhadap pelanggaran hak-hak negara merdeka seperti Iran, yang tentunya sangat disayangkan.
Serangan Sebelumnya dan Tanggapan yang Terlambat
Selanjutnya, Araghchi juga menyoroti bahwa Macron tetap diam saat serangan Israel sebelumnya yang menargetkan depot bahan bakar di Teheran.
Namun, baru setelah Iran melakukan serangan balasan terhadap fasilitas gas, Macron baru menyatakan keprihatinan. Hal ini dianggap oleh Araghchi sebagai sesuatu yang sangat menyedihkan dan menunjukkan tidak konsistensi dalam sikap politik Prancis.
Dampak Perang dan Kenaikan Harga Minyak
Sementara itu, perang AS-Israel terhadap Iran yang juga menargetkan infrastruktur minyak negara tersebut telah memicu berbagai dampak signifikan.
Sebagai tanggapan atas serangan tersebut, Iran menutup Selat Hormuz yang kemudian menyebabkan kenaikan harga minyak yang dirasakan oleh negara–negara Eropa, termasuk Prancis. Saat ini, harga minyak Brent telah melampaui $114 per barel, yang tentunya memberikan tekanan besar pada ekonomi global.
Perkembangan Perang dan Situasi Politik AS
Selain itu, perang ini telah berlangsung selama dua minggu dan menimbulkan berbagai dampak, baik di wilayah tersebut maupun di pasar global.
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump juga menghadapi kemunduran politik akibat perang ini, yang menunjukkan bahwa konflik ini tidak hanya berdampak pada wilayah Timur Tengah tetapi juga pada situasi politik di Amerika Serikat.












