Portal Berita Terupdate Aktual & Faktual

Hasil Uji Lab Limbah PKS Inhu Belum Dipublikasikan Jelas

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Inhu terkait uji Lab Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT Rigunas Agri Utama terkait Limbah enjadi pertanyaan Publik hingga kini

Latar Belakang Peristiwa dan Dugaan Pencemaran

Kabaraktual.online – Pada wilayah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) Provinsi Riau, informasi mengenai kinerja Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Inhu secara luas disampaikan melalui platform berita Kabaraktual.online; selanjutnya, kinerja institusi tersebut kembali menjadi sorotan tajam oleh masyarakat dan lembaga pemantau, setelah kejadian dugaan kebocoran limbah boiler yang berasal dari Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT Rigunas Agri Utama yang diduga menjadi penyebab utama terjadinya kematian sejumlah ikan di Desa Semelinang Tebing, namun hingga saat ini data serta temuan hasil uji laboratorium yang dilakukan terhadap sampel (statistika) yang diambil tidak pernah dipublikasikan dengan cara yang jelas dan terperinci.

Janji Pengumuman dan Terealisasinya Waktu

Sebelum permasalahan ini semakin diperdebatkan, koordinasi dan informasi terkait proses pengujian telah disampaikan oleh DLH Inhu melalui Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, Bakri, yang menyatakan bahwa hasil uji laboratorium akan dapat diumumkan dalam jangka waktu sepekan ke depan; kemudian, melalui media pesan singkat WhatsApp, Bakri juga telah menegaskan secara tegas bahwa tahapan analisa sampel akan diselesaikan paling lambat pada hari Rabu tanggal sepuluh Desember dua ribu dua puluh lima.

Namun, seiring berjalannya waktu yang telah melebihi batas yang ditetapkan, janji tersebut tidak dapat terealisasi dengan baik; selanjutnya, upaya komunikasi yang dilakukan secara berkelanjutan oleh Ketua Lembaga Aliansi Indonesia (LAI), Rudi Walker Purba, baik melalui kiriman pesan singkat, panggilan sambungan telepon, hingga dengan kunjungan langsung ke kantor pusat DLH Inhu, juga belum mampu membuahkan hasil yang diharapkan, dan kondisi serupa kembali dialami ketika kunjungan dilakukan pada hari Jumat tanggal dua puluh tiga Januari dua ribu dua puluh enam.

Pernyataan Lembaga Pemantau dan Kekhawatiran Masyarakat

Pada saat kunjungan tersebut, pihak Lembaga Aliansi Indonesia yang diwakili Rudi Walker Purba telah menyampaikan bahwa mereka kembali datang ke kantor DLH Kabupaten Indragiri Hulu untuk melakukan pertanyaan terkait hasil uji laboratorium PT Rigunas yang berkaitan dengan dugaan kebocoran limbah boiler yang telah berdampak signifikan pada kematian ikan di Desa Semelinang Tebing; namun demikian, hingga saat kegiatan komunikasi tersebut berlangsung, mereka belum mendapatkan jawaban yang jelas dan memuaskan, khususnya dari pihak Bakri yang menjabat sebagai Kepala Bidang yang bertanggung jawab menangani persoalan tersebut.

Selain itu, Rudi juga telah menyampaikan rasa penyesalan terkait sikap sejumlah staf DLH Inhu yang dinilainya tidak menunjukkan tingkat profesionalisme yang sesuai dengan standar institusi pelayanan publik; kemudian, ia menegaskan bahwa telah berlalu lebih dari tiga bulan sejak proses pengambilan sampel air sungai dilakukan, namun hasil uji laboratorium belum juga disampaikan secara terbuka kepada publik, yang pada akhirnya menimbulkan tanda tanya besar terkait tingkat transparansi dan keseriusan DLH dalam menangani kasus dugaan pencemaran lingkungan yang terjadi.

Tidak konsistensi Informasi dan Keanehan yang Muncul

Selain masalah keterlambatan pengumuman, keanehan lain juga turut muncul ke permukaan ketika salah seorang Kepala Bidang DLH Inhu yang sebelumnya telah turun langsung ke lokasi kejadian di lapangan sempat menyampaikan melalui sambungan telepon bahwa hasil uji laboratorium telah berhasil keluar dan selesai diolah; namun, pernyataan tersebut kemudian mengalami perubahan secara drastis setelah pihak yang bersangkutan mengetahui bahwa pihak yang melakukan pertanyaan dan klarifikasi adalah perwakilan dari insan wartawan, di mana ia menyampaikan bahwa “Maaf pak, untuk hasil uji lab PT Rigunas yang itu belum keluar. PT Rigunas kan ada dua, kebetulan yang bapak tanyakan belum keluar.” 

Perubahan pernyataan yang tidak konsisten ini justru telah memunculkan berbagai pertanyaan dari kalangan publik terkait alasan mengapa informasi yang disampaikan dapat terkesan berubah-ubah, terutama setelah diketahui bahwa pihak yang meminta klarifikasi adalah anggota pers yang bertugas untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat luas. Padahal, kasus dugaan kebocoran limbah PKS PT Rigunas Agri Utama sebelumnya telah banyak diberitakan oleh sejumlah media online yang ada di wilayah tersebut; kemudian, berdasarkan informasi yang diterima dari masyarakat sekitar lokasi kejadian, peristiwa serupa yang mengakibatkan dampak negatif terhadap lingkungan juga disebut telah terjadi secara berulang kali dalam kurun waktu tertentu.

Status Terbaru dan Harapan Kepada Pemangku Kepentingan

Hingga proses penyusunan dan penerbitan berita ini dilakukan, pihak DLH Kabupaten Indragiri Hulu, khususnya bagian Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan yang menjadi penanggung jawab utama, belum memberikan keterangan resmi maupun klarifikasi yang jelas terkait kepastian jadwal serta pelaksanaan publikasi hasil uji laboratorium tersebut.

Jawab DLH Inhu melalui Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, Bakri, Maaf pak, untuk hasil uji lab PT Rigunas yang itu belum keluar. PT Rigunas kan ada dua, kebetulan yang bapak tanyakan belum keluar.

Kini, harapan besar dari kalangan publik telah tertuju pada terwujudnya kejelasan dan transparansi yang tinggi dari pihak DLH Inhu dalam menangani kasus ini, mengingat persoalan yang berkaitan dengan kelestarian lingkungan hidup tidak hanya menyangkut hajat hidup sehari-hari masyarakat luas yang tinggal di sekitar lokasi kejadian, namun juga sangat berpengaruh terhadap keberlanjutan ekosistem alam yang ada di wilayah Kabupaten Indragiri Hulu secara keseluruhan. (Tim)

Editor : Redaksi