banner 728x250

Aktivitas Hauling Batu Bara Picu Protes Warga Barito Utara

Aktivitas angkutan atau hauling batu bara yang melintasi jalan umum di Desa Sikui, Kecamatan Teweh Baru, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, memicu protes keras dari warga setempat
banner 468x60

Barito Utara, KabarAktual.Online – Aktivitas angkutan atau hauling batu bara yang melintasi jalan umum di Desa Sikui, Kecamatan Teweh Baru, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, memicu protes keras dari warga setempat. Ada beberapa perusahaan yang kerap melintas dari jalan tersebut, Perusahaan ME, Lapindo dan Kantarak.

Keluhan dilayangkan karena diduga perusahaan yang beroperasi dalam waktu cukup lama tidak memberikan kontribusi positif, justru menimbulkan masalah serius berupa pencemaran udara akibat debu yang sangat tebal.

Example 300x600

Hal tersebut diungkapkan oleh warga terdampak langsung, Hen, saat dikonfirmasi oleh tim media pada Rabu (22/04/2026).

Debu Menebal dan Tidak Ada Penyiraman Rutin

Menurut Hen, debu yang ditimbulkan oleh lalu lintas truk batu bara yang beroperasi siang dan malam tidak pernah mendapatkan perhatian khusus dari pihak perusahaan.

Upaya pencegahan seperti penyiraman jalan secara rutin untuk mengendalikan debu dinilai tidak pernah dilakukan secara maksimal.

Pertama, debu yang ditimbulkan hauling siang dan malam di jalan tidak pernah mendapat perhatian khusus oleh pihak perusahaan, seperti penyiraman rutin,” kata Hen.

Akibatnya, hampir setiap hari warga hanya bisa berharap turun hujan agar jalan menjadi basah dan debu tidak beterbangan. Lebih jauh dijelaskan, tidak ada upaya pertanggungjawaban yang nyata dari perusahaan untuk memeriksa kesehatan warga secara berkala, padahal risiko gangguan pernapasan sangat tinggi.

Kesehatan Warga Terancam, Jalan Rusak Parah

Kondisi lingkungan yang semakin memprihatinkan membuat warga mulai sering mengeluhkan gangguan kesehatan seperti batuk-batuk dan sesak napas. Hal ini tidak hanya dialami oleh warga yang tinggal di pinggir jalan, tetapi juga oleh pengguna jalan lainnya.

Jika kondisi ini dibiarkan terus berlanjut tanpa penanganan serius, dikhawatirkan akan menimbulkan infeksi paru-paru yang lebih berbahaya bagi masyarakat. Selain masalah kesehatan, aktivitas tersebut juga dinilai merusak infrastruktur jalan.

Jalan yang berlubang dan debu yang tebal hingga menyerupai kabut sangat membahayakan keselamatan berkendara. Dugaan kuat kerusakan jalan disebabkan oleh praktik muatan tonase berlebihan atau Over Dimension Over Loading (ODOL) yang tidak diawasi dengan ketat oleh Dinas Perhubungan setempat.

Secara bersama-sama, masyarakat mendesak Pemerintah Daerah, Dinas Lingkungan Hidup, Kementerian ESDM, serta Aparat Penegak Hukum (APH) untuk segera mengambil langkah tegas.

Masyarakat Desak Pemerintah dan APH Turun Tangan

Secara bersama-sama, masyarakat mendesak Pemerintah Daerah, Dinas Lingkungan Hidup, Kementerian ESDM, serta Aparat Penegak Hukum (APH) untuk segera mengambil langkah tegas.

Mereka meminta agar aktivitas hauling di jalan umum dihentikan sementara, dilakukan evaluasi perizinan, dan penegakan aturan yang tegas. Hal ini dilakukan agar dampak kerusakan jalan, gangguan kesehatan masyarakat, serta potensi konflik sosial tidak semakin meluas dan merugikan banyak pihak.

(Tim)

Penulis: Usupriyadi

banner 120x600