banner 728x250

Presiden Prabowo Perintahkan: Komunikasi Pemerintah Harus Bahasa Sederhana, Dengar Suara Rakyat

Presiden Prabowo Subianto menegaskan agar seluruh jajaran komunikasi pemerintah tidak lagi berbicara dengan bahasa yang kaku dan jauh dari masyarakat. 
banner 468x60

KABARAKTUAL.ONLINE | JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menegaskan agar seluruh jajaran komunikasi pemerintah tidak lagi berbicara dengan bahasa yang kaku dan jauh dari masyarakat.

Arahan itu disampaikan saat memanggil Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Syahganda Nainggolan beserta Wakilnya Fadli Tri Hartono di kediamannya, Minggu sore, 04/10/2026.

Example 300x600

📌 Baca Juga : 📎 RESMI,! Presiden Prabowo Lakukan Reshuffle Kabinet, Komjen Suyudi Ario Seto Dilantik Jadi Kapolri

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyampaikan, Presiden menginginkan pesan kebijakan sampai dengan jelas dan mudah dipahami semua kalangan. Bukan sekadar memberitahu apa yang dikerjakan, melainkan juga menjelaskan arah serta manfaatnya bagi rakyat.

“Presiden menekankan bahwa komunikasi pemerintah harus mudah diterima dengan menggunakan bahasa yang sederhana. Bukan hanya menyampaikan apa yang dikerjakan pemerintah, tetapi juga menjelaskan arah dan pemikiran di balik setiap kebijakan,” ujar Seskab Teddy.

📌 Baca Juga : 📎 Ekskavator Sany Kupas Tanah 3 Hektar di Petai, PETI Andre & Asnil Licin Beroperasi, Warga Desak Kapolres Kuantan Singingi Bertindak!

Lebih dari itu, Presiden juga mengingatkan agar Bakom tidak hanya menjadi corong pemberitaan. Lembaga itu wajib menjadi jembatan dua arah — mendengar aspirasi, keluhan, hingga kritik masyarakat, lalu menyampaikannya langsung kepada Presiden dan kementerian terkait.

Pertemuan ini menegaskan arah baru komunikasi pemerintahan: terbuka, dialogis, berkesinambungan, dan benar-benar mendengar suara rakyat.

Editor: Redaksi

banner 120x600