banner 728x250

Diduga Disbun Kuansing Tutup Mata, Terkait PKS Menerima TBS Ilegal

Diduga Damtruk berisi TBS Kelapa Sawit dari TNTN Milik MRN
banner 468x60

Kuansing/Riau, Kabaraktual.online – Pemkab Kabupaten Kuantan Singingi melalui Dinas Perkebunan dan Peternakan perlu turun ke Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT. GSL yang ada di Desa Lebuh Lurus Kecamatan Inuman sebab diduga menerima Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit dari lahan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) yakni Toro Jaya seorang pengusaha inisial MRN.

Toro Jaya merupakan nama dusun di Desa Lubuk Kembang Bunga, Pelalawan, Riau. Sebelumnya MBN saat di konfirmasi, pada 10/12/2024 mengatakan, saya sudah lama merintis usaha perkebunan kelapa sawit, luas kebunya ratusan hektar dan sementara armada 25 unit di tambah alat berat, kalau minyak aja menghabiskan paling sedikit 1 ton dalam perhari, ungkap MBN arogan melalui telp. Via WhatsApp.

Example 300x600

Saat dikonfimasi kemana dibawa TBS kelapa sawit, MBN hanya mengatakan ke Kuatan Singingi namun tidak mau menjelaskan secara rinci PKS mana (red).

Dok. Media

Masyarakat Toro Jaya yang enggan di publikasikan namanya mengatakan, MBN merupakan pengusaha Sawit yang tergolong sukses disini dan memiliki Ram Kelapa sawit terbesar, terkait ijin ini kan Daerah TNTN pak, Kata Masyarakat tersebut.

Sejauh pantauan awak media, pada 12/12/2024, jelas terlihat unit armada MBN menghatar TBS Kelapa Sawit di salah satu PKS PT. GSL dan hendak melakukan konfirmasi ke menejer perusahaan terhalang oleh security yang tidak memperbolehkan masuk.

Terkait hal tersebut saat di konfirmasi Kadis Perkebunan dan Peternakan, Andri Yama Putra, S. Hut., M.Si. hingga berita ini di terbitkan belum mendapat jawaban dan awak media akan terus mencoba melakukan konfirmasi kepada pihak terkait.

Sebelumnya (red), Sejak awal Januari lalu, kita kembali melakukan sosialisasi ke pabrik kelapa sawit yang ada di daerah ini. Dimana dalam sosialisasi ini kita meminta dengan tegas agar PKS di Pelalawan tidak menerima atau membeli TBS sawit yang berasal dari kebun sawit yang berada Taman Nasional Tesso Nilo, terang Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Pelalawan Ir H Hambali MSi, Minggu (24/1) di Pangkalan Kerinci.

Tesso Nilo merupakan habitat penting satwa dilindungi terancam punah seperti harimau Sumatera dan gajah Sumatera. Tahun 2002, hutan seluas 38.567 hektar ditetapkan sebagai taman nasional. Pada 2009, jadi 83.068 hektar.

Kini, perambahan menyulap hutan ini jadi kebun sawit, bagian berhutan hanya tinggal 30%.

Toro Jaya, adalah dusun yang satu sisi pemerintah mengakui, namun sisi lain tak dilirik. Meski kepala dusun, RW dan RT mendapat honor pemerintah desa, tetapi satupun anggaran mengalir apalagi pembangunan.

Editor : Wan

banner 120x600