banner 728x250

Solusi Udara Digunakan untuk Mencapai Lokasi Terisolir

Bantuan Seberat 4,1 Ton Dikirimkan Melalui Udara ke Tiga Wilayah Terdampak Banjir dan Longsor Sumbar
banner 468x60

Sumbar, Kabaraktual.online – Pada Selasa (02/12/2025), bantuan seberat 4,1 ton didistribusikan melalui udara menuju tiga wilayah yang terkena dampak banjir dan longsor di Provinsi Sumatra Barat, dan selanjutnya pengiriman udara itu dijadikan solusi untuk mencapai titik-titik yang masih terisolir karena kondisi jalan yang tidak memungkinkan. Hingga pukul 15.00 WIB, helikopter yang berasal dari BNPB, Basarnas, dan TNI telah dikirimkan untuk menyebarkan bantuan ke Kabupaten Pasaman Barat, Agam, dan Pesisir Selatan, sehingga seluruh wilayah yang ditargetkan dapat terjangkau meskipun akses darat masih terbatas.

Sebaran Bantuan Difokuskan ke Kabupaten Agam

Example 300x600

Dari total berat bantuan yang dikirimkan, sebagian besar diperuntukkan untuk wilayah Kabupaten Agam, kemudian sebaran pendistribusian di kabupaten ini dilakukan antara lain di Palembayan dengan berat 2,7 ton dan Malalak 535 kg. Di tempat lain, pengiriman udara juga dilakukan menuju Talamau, Pasaman Barat, seberat 650 kg, dan Muaro Aia, Pesisir Selatan seberat 215 kg, sehingga setiap wilayah terdampak mendapatkan bantuan sesuai kebutuhan yang telah diidentifikasi.

Jenis Bantuan Meliputi Pangan dan Non-Pangan

Bantuan kepada masyarakat yang terkena dampak banjir dan longsor itu terdiri dari beberapa jenis bantuan pangan dan non-pangan, dimana bantuan pangan yang dibawa antara lain beras, minyak goreng, gula, makanan bayi, air mineral, mi instan, paket lauk pauk, dan bahan pangan lain yang diperlukan untuk kebutuhan sehari-hari. Sedangkan bantuan non-pangan yang dikirimkan oleh pemerintah meliputi popok bayi, pembalut, perlengkapan mandi, tikar, selimut, handuk, dan baju bayi, sehingga kebutuhan dasar masyarakat terdampak baik pangan maupun keperluan pribadi dapat terpenuhi.

Kapasitas Helikopter Berbeda-Beda Menyesuaikan Pengiriman

Helikopter yang disiagakan oleh instansi terkait memiliki kapasitas pengangkutan yang berbeda-beda, dimana helikopter yang dioperasikan oleh TNI AU berkapasitas muat 2 ton, sedangkan helikopter Basarnas hanya mampu mengangkut 350 kg dan helikopter BNPB 150 kg. Oleh karena itu, penjadwalan pengiriman dilakukan dengan cermat agar setiap helikopter dapat digunakan secara optimal sesuai dengan berat bantuan yang akan dikirimkan ke setiap lokasi.

Upaya Perbaikan Akses Jalan untuk Pendistribusian Lebih Optimal

Hingga sore hari, BNPB, TNI AU, dan Basarnas terus mendistribusikan bantuan melalui udara, khususnya di titik-titik yang masih terisolir seperti di Kabupaten Agam dan Pasaman Barat.

Sementara itu, lokasi terisolir seperti di Kota Padang, Padang Pariaman, dan Agam telah diidentifikasi oleh BNPB, dan pengerahan alat berat seperti excavator telah dilakukan meskipun masih ada kebutuhan lebih banyak untuk mempercepat penanganan kerusakan jalan. Ketika akses jalan telah diperbaiki, pendistribusian bantuan dapat berjalan lebih optimal dan juga mendukung mobilitas masyarakat pascabencana yang ingin kembali ke tempat tinggal atau melakukan aktivitas sehari-hari. Hingga sore hari, BNPB, TNI AU, dan Basarnas terus mendistribusikan bantuan melalui udara, khususnya di titik-titik yang masih terisolir seperti di Kabupaten Agam dan Pasaman Barat, sehingga tidak ada wilayah yang terlewatkan dalam penyaluran bantuan.

Jumlah Pengungsian Terbesar di Kabupaten Pesisir Selatan

Berdasarkan data BPBD Provinsi Sumbar per Selasa (2/12/2025) pukul 16.00 WIB, jumlah pengungsian terbesar berada di Kabupaten Pesisir Selatan dengan jumlah 83.463 jiwa, kemudian diikuti oleh Kabupaten Agam dengan 6.320 jiwa, Kota Padang 4.456 jiwa, Solok 3.133 jiwa, dan Pasaman Barat 2.607 jiwa, yang menunjukkan bahwa dampak banjir dan longsor paling signifikan di wilayah Pesisir Selatan sehingga membutuhkan perhatian dan bantuan lebih banyak.(Wan)

Editor: Redaksi.

banner 120x600