Kabaraktual.online |Jakarta – Sebanyak 4.547 personel gabungan telah disiapkan oleh Polda Metro Jaya guna melayani dan mengamankan rangkaian kegiatan penyampaian pendapat yang akan digelar oleh sejumlah elemen masyarakat di wilayah hukum ibu kota pada hari Jumat, 19 Juni 2026.
Kekuatan yang dikerahkan tersebut nantinya akan ditempatkan secara terstruktur di berbagai titik strategis, meliputi kawasan Monumen Nasional, Bundaran HI dan Dukuh Atas, Gedung Dewan Perwakilan Rakyat/Majelis Permusyawaratan Rakyat RI, hingga di sekitar lokasi Kedutaan Besar Amerika Serikat.
Komposisi Kekuatan dan Tujuan Pengamanan
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menyampaikan bahwa penyiapan kekuatan ini dilakukan semata-mata untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dalam suasana yang aman, tertib, lancar, dan tetap kondusif bagi kepentingan umum.
“Personel hadir di lapangan tidak hanya bertugas mengawasi, melainkan juga memberikan pelayanan agar hak masyarakat dalam menyampaikan aspirasi dapat tersalurkan dengan baik tanpa mengganggu aktivitas warga lain yang berjalan normal,” ujarnya.
Secara rinci, kekuatan yang disiapkan terdiri dari 3.479 personel dari jajaran Polda Metro Jaya, 458 personel Polres wilayah, serta 610 personel bantuan yang berasal dari unsur TNI, Korbrimob, Korsabhara, dan Dinas Perhubungan.
Kelompok Peserta dan Lokasi Kegiatan
Sementara itu, berdasarkan informasi yang dihimpun, terdapat sejumlah kelompok masyarakat yang dijadwalkan akan hadir di lokasi berbeda-beda.
Di kawasan Monas misalnya, massa diperkirakan berasal dari Dewan Pimpinan Nasional Tani Merdeka Indonesia, Pengurus HMI Tangerang, dan Poros Pemuda Peduli Indonesia. Di tempat lain, peserta aksi juga direncanakan berkumpul di kawasan Bundaran HI, Gedung DPR/MPR, serta di sekitar perwakilan negara sahabat tersebut untuk menyampaikan aspirasi masing-masing.
Pola Pelayanan dan Pengaturan Lalu Lintas
Lebih lanjut dijelaskan bahwa pendekatan yang diterapkan meliputi langkah pencegahan dini, pengawasan aktif, hingga penegakan hukum yang tegas namun tetap manusiawi apabila ditemukan pelanggaran.
Seluruh petugas yang bertugas telah diarahkan untuk bersikap persuasif, tenang, dan tidak mudah terprovokasi guna menjaga stabilitas situasi.
Selain itu, rekayasa lalu lintas akan diterapkan secara fleksibel menyesuaikan kondisi di lapangan, sehingga masyarakat umum yang melintas diimbau untuk menyesuaikan rute perjalanan dan mengikuti petunjuk yang diberikan petugas.
Imbauan Kepada Seluruh Pihak
Sebagai penutup, diharapkan peserta aksi dapat menyampaikan pendapatnya dengan cara yang damai, tidak melakukan tindakan yang merusak fasilitas umum, serta tidak membawa benda yang dapat membahayakan keselamatan orang lain.
Di sisi lain, masyarakat juga diminta tetap waspada dan segera melaporkan segala hal yang mencurigakan melalui layanan darurat nomor 110 yang dapat dihubungi kapan saja secara cuma-cuma. (H.R)
Editor : Redaksi












