banner 728x250

Presiden Prabowo: Akademisi dan Peneliti Kunci Inovasi Jawab Tantangan Nasional

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan peran strategis akademisi.
banner 468x60

Dalam pidatonya, Presiden mengungkapkan secara rutin berdialog dengan para pakar dari berbagai perguruan tinggi untuk mencari solusi nyata atas berbagai persoalan strategis.

Kabaraktual.online | Jakarta – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan peran strategis akademisi, peneliti, dan ilmuwan dalam melahirkan terobosan untuk menjawab berbagai tantangan bangsa serta mendorong kemandirian industri nasional.

Hal ini disampaikan Kepala Negara saat membuka Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia 2026 di Jakarta International Convention Center, Jumat, 26 Juni 2026.

Example 300x600

Dalam pidatonya, Presiden mengungkapkan secara rutin berdialog dengan para pakar dari berbagai perguruan tinggi untuk mencari solusi nyata atas berbagai persoalan strategis, mulai dari ketahanan pangan hingga kemampuan teknologi.

Ia mengemukakan sejumlah pertanyaan mendasar yang terus didiskusikannya, antara lain terkait ketergantungan impor gandum, rendahnya produktivitas kelapa sawit dibanding negara tetangga, hingga kemampuan bangsa memproduksi kendaraan bermotor sendiri.

“Saya selalu bertanya, mengapa setelah 81 tahun kemerdekaan kita belum mampu membuat mobil buatan sendiri? Mengapa hasil per hektare kelapa sawit kita kalah dibandingkan negara tetangga? Mengapa kita masih impor gandum?” ungkap Presiden.

Kepala Negara pun menyampaikan kebanggaannya karena kini upaya kemandirian industri kendaraan mulai terwujud, terbukti saat dirinya menggunakan mobil hasil karya anak bangsa dalam perjalanan pulang usai pelantikan jabatan.

Hal ini disampaikan Kepala Negara saat membuka Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia 2026 di Jakarta International Convention Center, Jumat, 26 Juni 2026.

Presiden mengakui masih banyak hal yang perlu disempurnakan, namun langkah awal yang telah diambil merupakan kemajuan besar.

“Tidak masalah jika belum sempurna, yang terpenting kita berani memulai. Kita negara berpenduduk keempat terbesar di dunia dengan kekayaan alam luar biasa, seharusnya mampu berdiri tegak berkat kemampuan sendiri,” tegasnya seraya mengajak seluruh pemangku kepentingan terus mendukung pengembangan sains dan teknologi nasional agar semakin kompetitif. (Red)

banner 120x600