banner 728x250

Presiden Prabowo Perintahkan Perhatian Khusus Karhutla Taman Nasional Tanjung Puting: “Itu Taman Nasional, Harus Dijaga Serius”

Presiden menegaskan pentingnya menjaga kawasan tersebut: "Taman Nasional Tanjung Puting menjadi perhatian karena itu taman nasional. Harus dijaga secara serius."
banner 468x60

KABARAKTUAL.ONLINE | JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan tegas untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah.

Instruksi tersebut disampaikan saat memimpin rapat evaluasi penanganan karhutla secara hybrid dari Istana Merdeka, Jakarta, Senin (12/10/2026).

Example 300x600

📌 Baca Juga : 📎 Presiden Prabowo Beri Taklimat ke 800 Perwira Tinggi TNI-Polri: Samakan Visi Hadapi Tantangan Bangsa

📌 Kebakaran Baru Terbatas 513 Hektare

Kepala BNPB Suharyanto melaporkan bahwa titik api baru terdeteksi di kawasan Tanjung Puting dengan luas sekitar 513,89 hektare.

Petugas saat ini memperkuat Satgas Darat untuk melakukan pemadaman, sementara operasi udara belum dapat dimaksimalkan karena jarak pandang yang rendah akibat kepulan asap tebal.

Presiden menegaskan pentingnya menjaga kawasan tersebut:

“Taman Nasional Tanjung Puting menjadi perhatian karena itu taman nasional. Harus dijaga secara serius.”

📌 Baca Juga : 📎 Kabut Asap Kembali Selimuti Pekanbaru, PMII Desak Penanganan Terpadu Berkelanjutan Bukan Sekadar Reaktif

🌳 Minta 70 Ribu Polisi Hutan

Dalam rapat itu, Presiden juga menekankan perlunya memperkuat keberadaan polisi hutan di seluruh Indonesia. Presiden meminta penambahan jumlah dan peningkatan kapasitas personel secara bertahap, dan meminta Kapolri ikut berperan dalam pendidikannya.

“Tolong sampaikan ke MenPANRB, saya minta 70 ribu polisi hutan karena ada maksud untuk menjaga hutan-hutan kita. Kapolri nanti bisa bantu ya, didik polisi hutan.”

📌 Baca Juga : 📎 Polsek Kuantan Hilir Bersama Dinas Kesehatan Bagikan Ribuan Masker, Cegah Dampak Buruk Asap Karhutla

💪 Langkah Cepat di Lapangan

Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin melaporkan kondisi lapangan yang sulit — titik api tersebar, berada di kawasan rawa, dan sulit dijangkau kendaraan.

Saat menyampaikan kebutuhan 50 unit pompa air, Presiden langsung menaikkan jumlahnya secara signifikan:

“Berapa kau butuh pompa air? 50? Saya kirim 200.”

Presiden juga mengalokasikan Rp 2 miliar untuk pembuatan 200 titik pengeboran air sedalam 10–15 meter di sekitar lokasi kebakaran. Pembuatannya akan melibatkan masyarakat setempat agar pemberdayaan berjalan beriringan dengan upaya pemadaman.

“Saya kirim Rp 2 miliar, 200 titik. Masyarakat setempat juga turut diberdayakan dalam pembuatannya.”

Presiden mengingatkan bahwa kecepatan penanganan di lapangan harus disertai strategi pencegahan yang kuat agar kebakaran tidak terus berulang dan meluas. (H.R)

Editor: Redaksi

banner 120x600