Kabaraktual.online | Jakarta – Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, menghadiri pembukaan Rapat Kerja Nasional Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia Tahun 2026.
Kegiatan yang mengusung tema :
“Pemerintah Bersih, Buruh Sejahtera” tersebut dilaksanakan di The Acacia Hotel, Jakarta Pusat, pada hari Selasa, 23 Juni 2026. Kehadiran Wakapolri menjadi bukti nyata komitmen Polri dalam membangun kerja sama strategis dengan kalangan pekerja demi terciptanya hubungan industrial yang sehat dan berkeadilan.
Komitmen Polri Melalui Pendekatan Humanis
Dalam sambutannya, Wakapolri menegaskan bahwa buruh merupakan fondasi utama sekaligus penggerak roda perekonomian nasional.
Oleh karena itu, perlindungan terhadap hak-hak mereka menjadi bagian tak terpisahkan dari upaya menjaga stabilitas ekonomi dan keamanan negara.
“Setiap capaian pembangunan tidak dapat dilepaskan dari kontribusi besar para pekerja,” tegasnya.
Melalui keberadaan Desk Ketenagakerjaan, Polri telah menunjukkan hasil nyata. Sepanjang tahun 2025, sebanyak 35 perkara ketenagakerjaan berhasil diselesaikan, di mana 34 di antaranya diselesaikan melalui pendekatan keadilan restoratif.
Sementara itu, pada tahun 2026, seluruh 9 perkara yang ditangani juga diselesaikan dengan cara yang sama. Lebih dari itu, fasilitasi juga telah diberikan kepada 4.216 pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja agar dapat kembali memperoleh penghidupan yang layak.
Sinergi dan Harapan Ke Depan
Wakapolri menekankan bahwa hubungan Polri dengan serikat pekerja tidak hanya sebatas pengamanan semata, melainkan telah berkembang menjadi kemitraan yang saling menguatkan.
Ruang aspirasi senantiasa dijaga agar tetap terbuka, aman, dan konstruktif. Di sisi lain, ia juga mengajak seluruh pekerja untuk terus meningkatkan keterampilan dan kemampuan agar mampu bersaing di tengah perkembangan teknologi industri modern.

Hadir pula dalam kesempatan tersebut Menteri Ketenagakerjaan, Wakil Ketua DPR RI, Ketua Umum KSPI, serta berbagai pemimpin organisasi pekerja dari seluruh Indonesia.
Diharapkan, rapat kerja ini dapat melahirkan rekomendasi yang memperkuat kesejahteraan buruh serta semakin mempererat kolaborasi antar pemerintah, dunia usaha, pekerja, dan kepolisian. (H.R)
Editor : Redaksi












