banner 728x250

Pesawat AMA Terbakar di Bandara Balingga, Penyebab Sedang Diselidiki

Sebuah pesawat milik PT Associated Mission Aviation dengan nomor registrasi PK‑RCY diketahui terbakar di lingkungan Bandara Perintis Balingga, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, pada Kamis, 2 Juli 2026.
banner 468x60

Kabaraktual.online | Yahukimo – Sebuah pesawat milik PT Associated Mission Aviation dengan nomor registrasi PK‑RCY diketahui terbakar di lingkungan Bandara Perintis Balingga, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, pada Kamis, 2 Juli 2026.

Kejadian tersebut pertama kali diketahui melalui rekaman gambar yang diambil dari udara oleh awak pesawat lain yang sedang melintas, sehingga Satgas Operasi Damai Cartenz segera melakukan verifikasi sekaligus menyiapkan langkah penanganan lebih lanjut.

Example 300x600

Tim Dikirim Kendala Akses Wilayah

Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Satgas Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol Yusuf Sutejo, menjelaskan bahwa tim penyidik baru akan diberangkatkan secara bertahap mengingat lokasi hanya dapat dijangkau lewat udara serta berada di dataran tinggi yang sering berubah cuaca.

Pesawat jenis Pilatus itu diketahui melayani rute Wamena–Balingga–Wamena, dikemudikan pilot berkewarganegaraan Amerika Serikat, dan membawa tujuh penumpang, namun kondisi seluruh pihak yang ada di dalamnya belum dapat dipastikan hingga pemeriksaan langsung dilakukan.

Ada Dugaan Keterlibatan Kelompok Bersenjata

Berdasarkan perkembangan sementara, muncul dugaan adanya keterlibatan kelompok kriminal bersenjata dalam peristiwa ini, namun hal tersebut masih memerlukan pembuktian melalui pengamatan tempat kejadian serta pengumpulan bukti dan keterangan saksi.

Kepala Operasi Damai Cartenz Irjen Pol Faizal Ramadhani menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah memastikan keselamatan korban, mengamankan lokasi, serta mengungkap fakta sesungguhnya secara profesional. Sementara itu, langkah pengamanan penerbangan perintis di wilayah pedalaman terus diperkuat guna mencegah hal serupa terulang.

Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum teruji kebenarannya. (H.R)

Editor: Redaksi

banner 120x600