Kabaraktual.online | Pekan Baru – Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto., S.E., M.Si. bersama Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin, Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto, Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi R., serta para Kepala Staf Angkatan menyaksikan pelaksanaan Latihan Operasi Gabungan Komando Gabungan TNI dalam rangka Latihan Terintegrasi TNI 2026.
Kegiatan berpusat di Pusat Latihan Pertempuran Marinir (Puslatpurmar) 9 Dabo Singkep, Kepulauan Riau, pada Rabu (5/8/2026).
📌Baca Juga :
🔗 Enam Dekade IKKT PWA, Wujudkan Keluarga TNI Berkualitas Menuju Indonesia Maju
Uji Pertahanan Wilayah & Kekuatan Gabungan
Dalam latihan ini, TNI mensimulasikan pengamanan wilayah serta objek vital nasional—bertujuan menguji kesiapan operasi gabungan dalam mempertahankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
📌Baca Juga :
🔗 Wakil Panglima TNI Buka 8th Asian Taekwondo Indonesia Open 2026 Istora Senayan
Sebanyak 12.987 personel dari tiga matra Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara dikerahkan bersama berbagai kekuatan alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang terpadu:
– TNI AD: Sistem roket, artileri, kendaraan tempur, hingga rudal pertahanan udara
– TNI AL: Kapal perang, helikopter, pesawat patroli, pesawat tanpa awak, serta kendaraan tempur amfibi
– TNI AU: Pesawat angkut, pesawat tempur, pesawat intai, helikopter, pesawat tanpa awak, dan pesawat angkut strategis

Uji Interoperabilitas Demi Kedaulatan Negara
Melalui kegiatan ini, TNI menguji tingkat interoperabilitas antar matra, kesiapan personel dan alutsista, serta efektivitas prosedur operasi gabungan yang terpadu. Latihan Terintegrasi TNI 2026 menjadi langkah nyata meningkatkan profesionalisme, kesiapsiagaan operasional, dan kemampuan pertahanan negara—guna menjaga kedaulatan, keutuhan wilayah, serta melindungi segenap kepentingan nasional Indonesia. (H.R)
Editor: Redaksi
📌 Keterkaitan Peristiwa












