Kabaraktual.online | Bandung – Kesadaran bela negara menjadi pondasi mutlak untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia sekaligus menyiapkan generasi penerus yang tangguh menuju cita-cita Indonesia Emas 2045.
Pernyataan tersebut disampaikan Komandan Pusat Teritorial Angkatan Darat (Danpusterad) Letjen TNI Mochamad Syafei Kasno dalam Forum Kebangsaan bertema “Kesadaran Bela Negara Merupakan Pondasi Dasar Menuju Indonesia Emas”, yang berlangsung di Aula Muhammad Toda Kodiklatad, Bandung, Kamis (13/8/2026).
📌Baca Juga :
🔗 Amankan Beragam Kegiatan Besar di Jakarta, Polda Metro Jaya Kerahkan 8.095 Personel Gabungan
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Unggulan Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Si., dan dihadiri oleh 526 peserta dari berbagai unsur masyarakat, meliputi tokoh agama, tokoh adat, pemuka masyarakat, pemuda, LSM, hingga pelajar dan mahasiswa.
Bela Negara Tanggung Jawab Seluruh Warga Negara
Dalam uraiannya, Danpusterad mengingatkan pentingnya menjaga persatuan di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks. Sebagai pelajaran berharga, ia mencontohkan pecahnya negara Yugoslavia pada awal 1990-an akibat melemahnya persatuan, krisis ekonomi, serta konflik antaretnik yang memicu disintegrasi bangsa.
📌Baca Juga :
“Bela negara bukan hanya tugas TNI semata, melainkan hak sekaligus kewajiban seluruh warga negara,” tegas Letjen Syafei.
Ancaman terhadap kedaulatan bangsa saat ini tidak lagi hanya berupa agresi militer, melainkan juga hadir melalui ruang digital, tantangan ideologi, persaingan ekonomi, serta pengaruh sosial-budaya yang masuk tanpa batas.
Oleh karena itu, bela negara harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui integritas pribadi, etika bermedia, kreativitas, kepedulian sosial, semangat gotong royong, serta rasa bangga akan identitas bangsa.
📌Baca Juga :
Keberagaman Kekuatan, Persatuan Kunci Kemajuan
Danpusterad menegaskan bahwa kekayaan keberagaman suku, bahasa, agama, dan budaya yang dimiliki Indonesia adalah kekuatan strategis yang harus dijaga dan dirawat dengan semangat nasionalisme.
Di sisi lain, generasi muda kini menghadapi tantangan seperti pemahaman kebangsaan yang masih bersifat simbolik, menurunnya literasi sejarah, serta pengaruh paham asing yang masuk melalui dunia maya.

“Bela negara bukan hanya soal senjata dan seragam. Ini soal karakter, integritas, kepedulian, dan pengabdian tulus kepada bangsa,” ujarnya mengingatkan.
Melalui forum ini, seluruh elemen masyarakat diajak bersatu memperkokoh nasionalisme, memperluas wawasan kebangsaan, dan berkomitmen menjaga keutuhan NKRI. Dengan karakter bangsa yang kuat dan persatuan yang tak tergoyahkan, Indonesia diyakini mampu melangkah teguh menuju Indonesia Emas 2045 sebagai bangsa yang berdaulat, maju, dan disegani dunia. (H.R)
Editor: Redaksi
📌 Keterkaitan Peristiwa












