banner 728x250

Bawang Putih Serentak di Lahan Terluas — Langkah Nyata Menuju Swasembada Nasional dalam Tiga Tahun

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menegaskan gerakan ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat kemandirian pangan nasional di tengah ketidakpastian global
banner 468x60

Kabaraktual.online | Lombok Timur, NTB – Upaya Polri mendukung percepatan swasembada bawang putih nasional mencatatkan prestasi membanggakan dengan perolehan Rekor MURI untuk kategori “Penanaman Bawang Putih secara Serentak di Lahan Terluas”. Rekor diraih melalui penanaman bawang putih serentak pada lahan seluas 279,53 hektare yang tersebar di 59 Polres pada 14 Polda, dipusatkan di Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, NTB, Rabu (19/8/2026).

Kegiatan ini juga dirangkai dengan panen raya serta peletakan batu pertama pembangunan Gudang Ketahanan Pangan Polri.

Example 300x600

📌Baca Juga :

🔗 Dukung Kemandirian Pangan, Polri Tanam Bawang Putih Serentak di 14 Polda — Potensi Panen Capai 2.795 Ton

📊 Tantangan & Target Swasembada

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menegaskan gerakan ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat kemandirian pangan nasional di tengah ketidakpastian global.

Saat ini, sekitar 90–95% kebutuhan bawang putih nasional masih dipenuhi impor, sementara produksi dalam negeri hanya berkisar 39–40 ribu ton per tahun dibandingkan kebutuhan yang melebihi 600 ribu ton per tahun. Polri berkomitmen mendukung target mewujudkan swasembada bawang putih dalam tiga tahun ke depan.

🌾 Luas Lahan & Potensi Produksi

– Target lahan dari Kementerian Pertanian: 4.840 hektare

– Terverifikasi: 2.593,1 hektare (54%) di 17 Polda & 66 Polres

– Sudah ditanami: 927,6 hektare, melibatkan 117 kelompok tani & 2.257 petani

– Penanaman serentak hari ini: 279,53 hektare, 110 kelompok tani, 2.174 petani, potensi 2.795 ton

– Panen raya di Sembalun: 105 hektare, 9 kelompok tani, 287 petani, hasil 1.050 ton

🚜 Dukungan Sarana Prasarana & Gudang Pascapanen

– Alsatan & Sarana Produksi: 90 unit hand traktor, 1 traktor roda empat, 24 pompa air, 17 ton pupuk Phonska Nitroku — hasil sinergi Polri, Kementerian Pertanian, dan PT Pupuk Indonesia

– Gudang Ketahanan Pangan Polri: Dibangun di atas lahan 1.013 m² (hibah Pemkab Lombok Timur), luas bangunan 250 m², kapasitas simpan 300 ton, anggaran Rp1,4 miliar dari Pemprov NTB. Hasil panen akan diserap Bulog untuk kebutuhan bibit, menjamin kepastian pasar bagi petani

📌Baca Juga :

🔗 Kompolnas RI Lakukan Visitasi ke Polsek Metro Pusat dalam Rangka Penilaian Kompolnas Awards 2026

💬 Apresiasi & Harapan

Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto memberikan apresiasi kepada Polri dan Kementerian Pertanian, menekankan bahwa swasembada harus diikuti ekosistem yang kuat, kepastian penyerapan hasil, dan kesejahteraan petani. Kapolri juga mendorong riset bibit agar budidaya dapat diperluas ke wilayah dengan ketinggian di bawah 900 mdpl, mempercepat akselerasi produksi nasional.

“Sehingga kemudian hasilnya betul-betul bisa optimal dan ini yang tentunya menjadi harapan kita semua, kita bisa melaksanakan swasembada, masyarakat kita, petani kita juga sejahtera dan Indonesia betul-betul memiliki kedaulatan di negeri sendiri,” tegas Kapolri.

“Terus semangat dan kita sama-sama tunjukkan bahwa Indonesia bisa swasembada, khususnya bawang putih,” tutupnya. (H.R)

Editor: Redaksi 

📌 Keterkaitan Peristiwa

Sebuah rekor bukan sekadar angka — melainkan bukti bahwa ketika negara, aparat, petani, dan seluruh elemen bangsa bersatu, hal yang mustahil pun bisa diwujudkan. Dari lahan yang ditanam, bibit yang dikembangkan, hingga gudang pascapanen yang dibangun, semuanya menuju satu tujuan: Indonesia mandiri, tidak bergantung pada impor, dan menyejahterakan petani sendiri. Itulah kedaulatan pangan yang sesungguhnya.

banner 120x600