📰 KABARAKTUAL.ONLINE | KUANTAN SINGINGI — Warga Desa Muara Langsat, Kecamatan Sentajo Raya, Kabupaten Kuantan Singingi, Riau, menyampaikan kekhawatiran mendalam atas maraknya aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah mereka.
Aktivitas tersebut diduga dikelola oleh seorang warga setempat bernama Agus Nanto.
📌 Baca Juga : Prabowo Panggil Dirut KAI, Revitalisasi Stasiun Gambir dan Monas Serta Kereta Api di Bali Masuk Agenda Prioritas
Selain beroperasinya PETI, warga juga memantau keberadaan satu unit alat berat merk Zoomlion berwarna hijau yang digunakan dalam kegiatan tersebut. Di lapangan, aktivitas ini kerap diawasi oleh seseorang yang dikenal dengan nama Paiman.
“Alat berat merk Zoomlion itu diduga milik Agus Nanto. Selain di sini, dia juga memiliki beberapa PETI di daerah Tran. Pengawasnya yang kerap ada di lapangan itu Paiman,” ungkap warga yang meminta identitasnya dirahasiakan, Jumat (6/11/2026).
📌 Baca Juga : PETI Beroperasi 100 Meter dari Pemukiman di Merangin, Warga Keluhkan Gangguan — Diduga Ada Restu Kades Nibung
Kerusakan Lingkungan Dirasakan Langsung Masyarakat
Warga mengeluhkan dampak nyata dari aktivitas tersebut. Sumber air tercemar dan akses terhadap air bersih semakin sulit didapat. Kerusakan alam yang terjadi dinilai sudah cukup parah dan mengancam hajat hidup warga sehari-hari.
Desakan Penindakan Tegas
Masyarakat meminta Polda Riau beserta jajaran Polres Kuantan Singingi segera meninjau langsung lokasi tersebut untuk memverifikasi kebenaran informasi sekaligus menilai tingkat kerusakan lingkungan yang terjadi.
“Jika terbukti, kami meminta Institusi Polri memproses hukum mafia tambang ilegal di Muara Langsat. Dugaan pencucian uang juga terjadi yang merugikan negara. Dengan kepemimpinan Polri saat ini, kami yakin masalah ini bisa diselesaikan — Polisi Bersama Masyarakat — agar kerusakan tidak semakin parah,” tegas warga.
Sementara pihak yang bersangkutan di telpon melalui via WhatsApp sudah di blokir oleh Agus Nanto.
Redaksi masih berupaya mengonfirmasi pihak-pihak yang disebut dalam pemberitaan ini. Ruang klarifikasi tetap terbuka bagi semua pihak terkait. (Wan)
Editor : Redaksi












