Kabaraktual.online |Jakarta – Sorotan muncul terkait dugaan kurangnya keterbukaan dalam mekanisme pembagian dana kontribusi yang diberikan kepada sejumlah awak media dalam kegiatan yang berlangsung di Grand Tropic Hotel & Suites, Jakarta Barat.
Hal ini menuai perhatian dari kalangan wartawan maupun organisasi pers, mengingat terdapat ketidaksesuaian informasi mengenai besaran anggaran yang disediakan dengan jumlah yang diterima di lapangan.
Mekanisme dan Jumlah Peserta
Berdasarkan informasi yang dihimpun, penyaluran dana tersebut dilakukan dalam beberapa kesempatan dengan sistem pencatatan kehadiran melalui daftar hadir.
Terdata bahwa pada 2 Juni 2026 dihadiri sekitar 200 orang, kemudian meningkat menjadi sekitar 250 orang pada 15 Juni 2026, dan diperkirakan mencapai 300 orang pada 22 Juni 2026. Dalam setiap kesempatan, setiap peserta disebut menerima amplop berisi dana sebesar Rp25.000.
Dugaan Ketidaksesuaian Anggaran
Namun demikian, sejumlah perwakilan insan pers menyampaikan bahwa terdapat informasi yang beredar menyebutkan anggaran yang disediakan diduga lebih besar dibandingkan yang diterima peserta.
Hal ini menimbulkan pertanyaan dan dugaan terhadap transparansi pengelolaan dana yang dikoordinasikan oleh oknum Koordinator Lapangan berinisial LN. Hingga saat ini, belum ada penjelasan resmi maupun pemberitahuan tertulis mengenai mekanisme dan besaran dana tersebut, sehingga memicu spekulasi di kalangan peserta.
Pentingnya Transparansi dan Aturan yang Berlaku
Pengamat komunikasi publik menegaskan bahwa keterbukaan dalam pengelolaan anggaran menjadi hal mutlak untuk menjaga kepercayaan dan menghindari dugaan penyimpangan.
Apabila terdapat dugaan pelanggaran administrasi maupun etika, penyelesaiannya harus mengacu pada mekanisme yang berlaku dengan tetap berpegang pada asas praduga tak bersalah dan didukung bukti yang sah.
Di sisi lain, segala bentuk halangan terhadap pelaksanaan tugas jurnalistik berpotensi melanggar Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan aturan Dewan Pers.
Belum Ada Tanggapan Resmi
Hingga berita ini disusun, belum diperoleh keterangan dari pihak koordinator lapangan berinisial LN maupun manajemen Grand Tropic.
Upaya konfirmasi melalui saluran komunikasi yang tersedia juga belum membuahkan hasil. Para pihak yang merasa berkeberatan meminta klarifikasi terbuka agar tidak terjadi kesalahpahaman, sekaligus berharap mekanisme ke depannya dapat dijalankan secara lebih profesional, terbuka, dan terkoordinasi dengan baik. (H.R)












